kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

BI: Puncak rasio NPL 3,2%


Kamis, 17 November 2016 / 19:51 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Tak lama lagi, masa sulit perbankan menghadapi rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) akan segera berakhir.

Perry Warjiyo, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) mengatakan, risiko kredit tidak akan naik lebih tinggi lagi pada akhir tahun 2016 maupun awal tahun 2017 mendatang, karena ekonomi mulai baik.

“Kami memperkirakan puncak rasio NPL gross pada level 3,2%,” katanya, pada acara konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (17/11).

BI mencatat perbankan memiliki rasio NPL sebesar 3,1% (gross), dan rasio NPL sebesar 1,4% (net) per September 2016. Rasio NPL tersebut lebih rendah rasio NPL sebesar 3,2% (gross) atau 1,5% (net) per Agustus 2016.

Perry bilang, meskipun rasio NPL mulai turun, namun perbankan masih akan berjaga-berjaga dengan menambah pencadangan (provisi) di akhir tahun 2016 dan awal tahun 2017, sehingga aliran kredit baru akan tinggi pada kuartal II tahun 2017 setelah bank mengurangi penempatan dana pada pencadangan.

Sebagai catatan, BI memprediksi pertumbuhan kredit sebesar 10%-12% di tahun 2017, dari rencana semula BI memperkirakan pertumbuhan kredit sekitar 12%-14% di tahun mendatang. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi hanya berkisar 5%-5,4% di tahun 2017 dari sebelumnya prediksi pertumbuhan ekonomi berkisar 5,1%-5,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×