kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.947   -26,00   -0,14%
  • IDX 6.042   158,05   2,69%
  • KOMPAS100 788   24,13   3,16%
  • LQ45 595   16,69   2,89%
  • ISSI 209   5,51   2,71%
  • IDX30 337   9,52   2,91%
  • IDXHIDIV20 413   10,97   2,73%
  • IDX80 89   2,61   3,01%
  • IDXV30 112   3,14   2,89%
  • IDXQ30 108   3,10   2,96%

BI Rate Naik ke 5,75%, BRI Finance Siapkan Strategi Jaga Margin


Kamis, 25 Juni 2026 / 11:31 WIB
BI Rate Naik ke 5,75%, BRI Finance Siapkan Strategi Jaga Margin
ILUSTRASI. BRI Finance (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75% berpotensi menekan kinerja industri multifinance melalui peningkatan biaya dana (cost of fund) dan risiko pembiayaan bermasalah. Meski demikian, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) optimistis mampu menjaga profitabilitas hingga akhir 2026.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan, kenaikan cost of fund dan potensi peningkatan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) memang dapat memberikan tekanan terhadap profitabilitas perseroan di tengah kondisi pasar yang masih dinamis.

“Namun, melalui pengelolaan biaya dana, peningkatan efisiensi operasional, serta ekspansi yang selektif dengan tetap mengedepankan kualitas aset dan prinsip kehati-hatian, BRI Finance optimistis dapat menjaga profitabilitas serta mempertahankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Aditia kepada Kontan, Selasa (22/6/2026).

Menurutnya, peningkatan biaya dana berpotensi menekan margin atau spread pembiayaan yang pada akhirnya dapat memengaruhi pertumbuhan laba perusahaan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, BRI Finance akan melakukan penyesuaian pricing pembiayaan dengan tetap mempertimbangkan kondisi pasar dan daya beli nasabah.

Baca Juga: BRI Finance Catat Penurunan Beban Pencadangan 4,01% hingga Mei 2026

Ramadhani bilang, kondisi cost of fund BRI Finance saat ini masih relatif terjaga. Meski struktur pendanaan perusahaan yang didominasi pinjaman bank dan obligasi berpotensi mengalami penyesuaian biaya dana seiring perubahan suku bunga acuan, perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan.

"Kami terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan, termasuk sinergi dengan perusahaan induk melalui joint financing bersama BRI, dan melakukan pengelolaan liabilitas untuk menjaga stabilitas cost of fund, margin pembiayaan, dan profitabilitas perusahaan," tuturnya.

Di sisi lain, BRI Finance juga menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja keuangan. Perusahaan akan tetap mengedepankan pertumbuhan yang berkualitas melalui ekspansi yang selektif, penguatan manajemen risiko, peningkatan efisiensi operasional, serta optimalisasi biaya dana.

Baca Juga: BI Rate Naik, BRI Finance Optimalkan Struktur Pendanaan

Selain itu, perusahaan juga berfokus memperkuat kualitas aset dan menggarap segmen-segmen yang memiliki potensi pertumbuhan baik guna menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.

Adapun dari sisi bisnis, BRI Finance mencatat total penyaluran pembiayaan tumbuh 59,32% secara tahunan (year on year/yoy) per Mei 2026. Perusahaan menyatakan, kinerja tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan di tengah tantangan kenaikan suku bunga dan potensi peningkatan risiko kredit.

Baca Juga: BI Rate Naik, BRI Finance Sesuaikan Pricing Pembiayaan secara Bertahap

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×