kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BI Rate Naik, BRI Finance Optimalkan Struktur Pendanaan


Minggu, 14 Juni 2026 / 13:47 WIB
BI Rate Naik, BRI Finance Optimalkan Struktur Pendanaan
ILUSTRASI. BRI Finance (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% membuat perusahaan pembiayaan semakin cermat menyusun strategi pendanaan. PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menyatakan kondisi suku bunga yang masih berada pada level relatif tinggi menjadi salah satu faktor utama dalam pengelolaan sumber dana perusahaan.

Corporate Secretary BRI Finance Aditia Fakhri Ramadhani mengatakan perusahaan saat ini berfokus mengoptimalkan struktur pendanaan melalui diversifikasi sumber dana, pengelolaan jatuh tempo kewajiban, serta menjaga keseimbangan antara biaya dana dan pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Saham Bank Anjlok 15%–36%, Ini Saham Direkomendasikan Buy Efek Sudah Terlalu Murah

“Kondisi suku bunga yang masih berada pada level relatif tinggi tentu menjadi salah satu faktor yang kami perhatikan dalam menyusun strategi pendanaan,” ujar Ramadhani kepada Kontan, Kamis (11/6).

Menurutnya, kebutuhan pendanaan di industri multifinance masih tetap tinggi seiring pertumbuhan pembiayaan dan kebutuhan refinancing. Oleh sebab itu, aktivitas pendanaan diperkirakan tetap berlangsung meski pelaku industri menjadi lebih selektif.

“Kami melihat kebutuhan pendanaan di industri multifinance masih tetap ada seiring dengan pertumbuhan pembiayaan dan kebutuhan refinancing,” katanya.

Ramadhani menambahkan perusahaan pembiayaan kemungkinan akan lebih cermat dalam menentukan waktu, instrumen, dan struktur pendanaan yang paling efisien di tengah tren suku bunga yang masih tinggi.

Mengenai sumber pendanaan, ia mengatakan obligasi maupun pinjaman perbankan memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Pemilihannya akan bergantung pada kondisi pasar, profil jatuh tempo yang dibutuhkan, struktur biaya, serta strategi pengelolaan likuiditas perusahaan.

Menurutnya, pada kondisi tertentu obligasi dapat menjadi alternatif menarik karena menawarkan tenor yang lebih panjang dan membantu diversifikasi sumber pendanaan. Sementara itu, pinjaman perbankan tetap menjadi sumber pendanaan penting karena menawarkan fleksibilitas dalam penarikan dana dan pengelolaan kebutuhan likuiditas.

"Oleh karena itu, perusahaan umumnya mengombinasikan kedua sumber pendanaan tersebut untuk struktur pendanaan yang optimal," tambahnya.

Baca Juga: Saham Big Banks Kompak Naik Sepekan, Tapi Asing Masih Aktif Lepas Saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×