kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

BI resmikan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia


Kamis, 11 November 2010 / 14:05 WIB
BI resmikan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia
ILUSTRASI. Motif Batik Betawi di Kampung Batik Betawi


Reporter: Fransiska Firlana | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Kamis (11/11), Bank Indonesia (BI) meresmikan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan, pendirian ASPI bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku sistem pembayaran di Indonesia dalam mewujudkan industri sistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan handal serta mengeluarkan ketentuan mengenai hal-hal yang bersifat mikro dan teknis dalam penyelenggaraan sistem pembayaran sebagai self regulatory organization.

"Perkembangan transaksi sistem pembayaran di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan cukup baik dari sisi volume maupun nilainya," ujar Budi dalam pidato peresmian ASPI, Kamis (11/11).

Selama periode 2007 hingga 2010, seluruh transaksi sistem pembayaran meningkat sebesar 10% per tahun. Adapun untuk periode September 2010, rata-rata transaksi perhari telah mencapai 6,2 juta dengan nilai sebesar Rp 260 triliun.

Menurut Budi, sistem pembayaran yang lain seperti penerbit kartu kredit, kartu ATM/Debet, e-money, penyelenggara Kegiatan Usaha Pengiriman Uang (KUPU), juga menunjukkan pertumbuhan yang pesat dengan rata-rata pertumbuhan 33% per tahun.

Selama ini, dalam lingkup sistem pembayaran nilai besar, telah dikembangkan dan diimplementasikan sistem Payment Versus Payment (PvP). "Kami juga sedang mengembangkankan sistem BI-RTGS Generasi IIm," ujarnya. Sedangkan dalam lingkup sistem pembayaran ritel, sedang dikembangkan strandardisasi ATM/Debet berbasis Chip, standarisasi E-money dan pembentukan National Payment Gateway (NPG).

Budi mengharapkan, dengan berdirinya ASPI ini, asosiasi senantiasa sejalan dengan program pengembangan sistem pembayaran yang sudah ada dan sedang dalam proses pengembangan oleh BI bersama industri sistem pembayaran dan otoritas terkait.

"Dalam menerbitkan ketentuan ASPI musti perhatikan aspek perlindungan konsumen dan menjaga harmonisasi dan sinkronisasi dengan peraturan atau kenbijakan BI. Untuk itu BI mengatur mengenai mekanisme konsultasi dengan SRO ASPI," paparnya.

ASPI sebenarnya sudah berdiri sejak 20 Oktober 2010. Yang menjabat sebagai ketua adalah direktur Bank Mandiri Budi G. Sadikin. Tim pendiri ASPI merupakan perwakilan dari Himbara, Perbanas, Asbanda, Asbisindo, FBAI, ABKI, AKKI, dan Komite Bye Laws.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×