Reporter: Aura Putri | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa meningkatnya penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS, mulai berdampak pada penggunaan uang tunai di masyarakat. BI mencatat pertumbuhan uang kartal, baik uang kertas maupun logam melambat seiring semakin masifnya penggunaan pembayaran digital.
Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan saat ini jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 67 juta atau sekitar seperempat dari jumlah penduduk Indonesia.
Baca Juga: OJK Ungkap Penyebab Debitur Belum Tarik Fasilitas Kredit
"Kalau kita lihat banyak menggunakan sistem digital, sehingga penggunaan cash kan terbatas," ujar Destry dalam acara FEKDI x IFSE 2026, di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Meski demikian, Destry menegaskan BI tetap menyediakan uang tunai karena pembayaran di Indonesia masih dilakukan melalui dua kanal, yakni digital dan tunai.
Destry menyebut kebutuhan uang tunai masih cukup besar karena kondisi geografis Indonesia yang luas dan terdiri dari banyak wilayah kepulauan. Selain itu, belum seluruh wilayah memiliki akses sinyal atau jaringan digital yang memadai.
"Indonesia ini kan sangat luas dan wilayahnya kan sangat pulau-pulau kita ada daerah-daerah yang terdepan, terluar. Tentunya ini kan mereka juga masih butuh uang cash," pungkasnya.
Baca Juga: BSI Catat Pembiayaan Kendaraan Listrik Tumbuh 66% hingga Juli 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














