kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

BI sedot ekses likuiditas Rp 404,5 triliun


Selasa, 12 Oktober 2010 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Pasar modal


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Membanjirnya dana asing alias capital inflow ke sistem keuangan Indonesia perlahan tapi pasti sudah semakin meningkatkan ongkos moneter yang harus dikeluarkan oleh bank sentral. Hal ini tercermin dalam nilai operasi moneter yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Jika selama ini rata-rata ekses likuiditas yang disedot BI di setiap operasi moneter ada di kisaran Rp 350 triliun, maka pekan lalu telah tercipta rekor baru. Total nilai operasi moneter BI menembus angka Rp 404,5 triliun.

Dalam laporan operasi moneter terbaru yang dirilis oleh BI, hari ini (12/10), BI mencatat, total ongkos operasi moneter yang dikeluarkan otoritas sampai dengan 8 Oktober 2010 naik hingga Rp 13,5 triliun. Dus, total operasi moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral pekan lalu mencapai Rp 404,5 triliun.

"Operasi moneter pada pekan pertama Oktober tercatat nett kontraksi sehingga posisi piranti operasi moneter per 8 Oktober 2010 naik sekitar Rp 13,5 triliun menjadi Rp 404,5 triliun," jelas Kepala Biro Humas BI Difi A. Johansyah dalam surat elektronik yang diterima KONTAN.

Sayang, BI tidak merinci ekses likuiditas tersebut yang terbanyak menyerbu instrumen mana. Yang jelas, dalam laporan yang sama, posisi asing di instrumen Sertifikat BI naik menembus angka Rp 78 triliun. Nilai tersebut termasuk yang tertinggi selama dua tiga bulan terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×