kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bisnis UKM di Indonesia masih mini


Rabu, 19 Januari 2011 / 23:39 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Hasil survey HSBC untuk bisnis UKM Indonesia dan perdagangan internasional ternyata menunjukkan hasil yang tidak terlalu menggembirakan. Menurut hasil survey ini UKM Indonesia masih relatif kecil di tahun 2010, di antara semuanya yang telah melakukan perdagangan internasional hanya 13%, dan 87% di non internasional.

Aktivitas perdagangan internasional para pengusaha kecil ini pun kebanyakan ada di sektor importir dengan dominasi 73% dan eksportir hanya 43%.

Menurut Jeffry C, Tjoeng Senior Vice President Head of Business Banking HSBC Indonesia, dalam dua tahun ke depan ada 48% UKM yang berencana untuk melakukan bisnis secara internasional dalam mengembangkan usahanya. "Hal ini menunjukkan bahwa potensi perdagangan internasional masih sangat terbuka," ujar Jeffry di Four Season, Rabu (19/1). Sedangkan untuk UKM yang melakukan bisnis domestik, 9% berencana untuk mengembangkan bisnis perdagangan internasional. Dalam dua tahun ke depan, jumlah UKM Indonesia yang melakukan perdagangan internasional pun diperkirakan akan meningkat menjadi 21%.

Namun masih ada kendala utama yang dihadapi oleh para UKM dalam melakukan perdagangan internasional adalah tidak tersedianya kredit atau pembiayaan yang menurut survey mencapai 51%. Selain itu ada juga masalah dengan biaya tinggi hingga 29% dan kerumitan peraturan serta hukum 25%.

HSBC memang mensurvey hal-hal yang dibutuhkan UKM untuk mengembangkan dirinya usaha menuju usaha kelas dunia. Bagaimana mendapatkan partner bisnis di luar negeri merupakan informasi yang paling dibutuhkan oleh para UKM Indonesia, diikuti dengan bagaimana cara untuk menjangkau pelanggan di luar negeri serta risiko forex dan peraturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×