kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Budi Gadai Belum Berencana Kerek Tarif Bunga Gadai Meski BI Rate Sudah Naik 100 Bps


Minggu, 16 Agustus 2026 / 17:43 WIB
Budi Gadai Belum Berencana Kerek Tarif Bunga Gadai Meski BI Rate Sudah Naik 100 Bps
ILUSTRASI. Budi Gadai Indonesia belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif bunga gadai kepada konsumen sebagai dampak dari kenaikan BI Rate. (Dok/Budi Gadai)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sudah naik 100 basis poin (bps) dan kini berada di level 5,75%. Hal itu bisa saja berpotensi membuat biaya dana naik secara bertahap pada Semester II-2026.

Mengenai hal itu, perusahaan pergadaian swasta PT Budi Gadai Indonesia asal Sumatera Utara (Sumut) belum memiliki rencana untuk menaikkan tarif bunga gadai kepada konsumen sebagai dampak dari kenaikan BI Rate.

"Sejauh ini, kami masih melakukan monitoring terhadap perkembangan biaya pendanaan dan kondisi pasar," ujar Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).

Baca Juga: OJK Ungkap 5 Strategi Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan

Budiarto menjelaskan, rata-rata tarif bunga gadai yang berlaku saat ini relatif tetap, yaitu sebesar 3% untuk gadai emas per bulannya. Adapun tarif bunga gadai untuk gadai elektronik sebesar 5% dan 10% per bulannya.

Sementara itu, Budiarto mengatakan sejauh ini, sumber pendanaan perusahaan berasal dari Pemegang Saham Pengendali (PSP) dan perbankan. Adapun pendanaan terbesar berasal dari PSP yang menjadi sumber utama dalam mendukung kebutuhan pendanaan dan pengembangan usaha perusahaan. 

"Pendanaan dari perbankan digunakan sebagai sumber pendanaan tambahan," tuturnya.

Terkait kinerja, Budiarto menyampaikan Budi Gadai Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan pembiayaan sebesar 52,1% secara Year on Year (YoY) sepanjang semester I-2026. Adapun gadai emas dan barang elektronik masih mendominasi portofolio pembiayaan perusahaan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×