kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.687   6,00   0,03%
  • IDX 6.500   -34,69   -0,53%
  • KOMPAS100 862   -4,58   -0,53%
  • LQ45 654   -4,85   -0,74%
  • ISSI 225   0,19   0,08%
  • IDX30 363   -2,92   -0,80%
  • IDXHIDIV20 453   -4,56   -1,00%
  • IDX80 98   -0,52   -0,53%
  • IDXV30 126   -0,48   -0,38%
  • IDXQ30 117   -0,99   -0,84%

Blak-blakan OJK kala dituding lemah dalam lakukan pengawasan


Rabu, 08 Juli 2020 / 07:05 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Adapun selanjutnya ada konsorsium LynkAsia yang menawarkan skema asset swap buat jadi pemegang saham Muamalat. OJK juga menolaknya.

“Siapapun kalau punya uang, dan mau menjadi pemegang saham bank harus memenuhi ketentuan OJK. Dan pasti akan kami pertimbangkan opsi-opsinya, tentu dengan tetap memperhatikan aspek kehati-hatian,” sambung Anto.

Baca Juga: Terdorong sentimen merger, saham BRI Syariah (BRIS) melesat 46,75% dalam sepekan

Hal berbeda justru terjadi di PT Bank Bukopin Tbk (BBKP). Saat calon pengendali baru perseroan yaitu KB Kookmin Bank menempatkan dana US$ 200 juta untuk tambah modal perseroan, OJK disebutnya bergerak cepat.

OJK bahkan sempat memberi ultimatum buat PT Bosowa Corporation, pemegang saham Bank Bukopin lainnya untuk tak menghalang-halangi rencana Kookmin menjadi pengendali anyar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×