kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.012   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.108   66,24   1,10%
  • KOMPAS100 801   11,17   1,41%
  • LQ45 609   8,67   1,45%
  • ISSI 211   1,35   0,64%
  • IDX30 343   4,64   1,37%
  • IDXHIDIV20 429   6,16   1,46%
  • IDX80 91   1,30   1,44%
  • IDXV30 117   1,58   1,37%
  • IDXQ30 111   1,61   1,48%

Blak-blakan OJK kala dituding lemah dalam lakukan pengawasan


Rabu, 08 Juli 2020 / 07:05 WIB


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

Ini pula yang terjadi di SNP Finance alias PT Sunprima Nusantara Pembiayaan. Pemalsuan jaminan kredit yang dilakukan SNP Finance kepada sejumlah bank diklaim Anto mulanya ditemukan oleh OJK yang menyisir cabang-cabang SNP Finance di daerah secara khusus untuk memeriksa laporan keuangannya.

Temuan tersebut yang kemudian diserahkan dan ditindaklanjuti kepolisian hingga mencuat ke publik.

Baca Juga: Duh, argo bunga jalan terus, liabilitas Jiwasraya menembus Rp 52,9 triliun

Anto bilang sejatinya semua masalah yang mendera industri keuangan, dan spesifik kepada sebuah perusahaan sejatinya mesti diselesaikan oleh pemilik perusahaan itu dahulu. Ini pula yang menjadi fokus dalam menyelesaikan masalah permodalan di sejumlah bank.

PT Bank Muamalat Tbk misalnya proses penambahan modalnya masih terkatung-katung hingga kini. Perseroan mesti tiga kali menyusun ulang rencana penambahan modal sejak 2017.

Komitmen ketersediaan dana, dan pemenuhan regulasi disebut Anto jadi aspek paling penting buat OJK merestui calon-calon investor bank.

Baca Juga: Bank Mandiri akan jaga biaya dana di kisaran 2,6%-2,8% hingga akhir tahun

Sebagai catatan, pada Bank Muamalat sejumlah nama investor seperti Minna Padi Investama Sekuritas Tbk, Dato Sri Tahir sempat digadang jadi pemilik Muamalat selanjutnya. Sayang OJK tak memberi restu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×