Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengatakan, pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) oleh Bank Indonesia (BI) dapat memberikan ruang likuiditas lebih besar bagi perbankan untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor riil.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, tambahan ruang likuiditas tersebut dapat mendukung kapasitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan, dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan pengelolaan risiko yang memadai.
Dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026, BI memutuskan menurunkan GWM secara bertahap mulai November 2026. Untuk bank umum konvensional, GWM diturunkan dari 9% menjadi 8% mulai 1 November 2026, kemudian menjadi 7% mulai 1 Desember 2026.
Baca Juga: Bank Mandiri Salurkan Kredit Korporasi Rp 700 Triliun Per September 2026
Sementara itu, GWM bank umum syariah dan unit usaha syariah diturunkan dari 7,5% menjadi 6,5% pada November 2026, lalu menjadi 5,5% pada Desember 2026.
Okki mengatakan, BNI terus mengoptimalkan fungsi intermediasi melalui penyaluran pembiayaan secara terukur ke sektor produktif. Langkah ini dilakukan untuk mendukung aktivitas usaha dan investasi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.
“BNI terus mengoptimalkan fungsi intermediasi agar pembiayaan perbankan dapat mendukung kegiatan usaha dan investasi, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja. Upaya ini dilakukan dengan tetap menjaga kualitas kredit dan ketahanan perusahaan,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Di sisi lain, BI mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%. Adapun suku bunga Deposit Facility dinaikkan menjadi 5,00%.
Sejalan dengan kebijakan tersebut, BNI memfokuskan pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang memiliki prospek usaha sehat dan berpotensi meningkatkan kapasitas bisnis, investasi, serta penyerapan tenaga kerja.
BNI juga memperkuat dukungan terhadap aktivitas ekonomi melalui layanan transaksi digital. Platform wondr by BNI melayani kebutuhan nasabah individu, sedangkan BNIdirect mendukung transaksi dan pengelolaan keuangan nasabah korporasi serta pelaku usaha.
Okki menambahkan, penguatan intermediasi perbankan perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.
Melalui penyaluran kredit berkualitas serta sinergi dengan pemerintah, regulator, dan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BNI menyatakan akan terus mendukung pembiayaan sektor produktif dan agenda pembangunan nasional.
Ke depan, perseroan akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan kredit, kualitas aset, likuiditas, dan permodalan agar fungsi intermediasi dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.
Baca Juga: OJK Sebut Asuransi Mikro Dapat Jadi Sumber Pertumbuhan Baru bagi Industri Asuransi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














