Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) berencana menerbitkan instrumen modal tambahan atau Additional Tier 1 (AT1) baru di pasar internasional. Secara bersamaan, emiten berkode saham BBNI ini juga akan membeli kembali AT1 yang diterbitkan pada 2021 melalui mekanisme tender offer.
Mengutip keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (15/4/2026), manajemen BNI menjelaskan, langkah ini dilakukan dalam rangka memperkuat rasio permodalan dan struktur modal guna mendukung ekspansi bisnis perseroan.
“Perseroan berencana melakukan penerbitan AT1 Baru dan secara bersamaan melaksanakan tender offer kepada pemegang AT1 Existing untuk membeli kembali AT1 Existing secara tunai, sebagai bagian dari optimalisasi struktur permodalan,” tulis manajemen.
Baca Juga: Di Antara Saham Big Banks, Baru BBNI yang Peroleh Net Buy Pekan Ini
Masa partisipasi tender offer berlangsung sejak 14 April 2026 hingga 22 April 2026. Adapun penyelesaian transaksi (settlement) direncanakan pada 24 April 2026.
BNI menyebut realisasi penerbitan AT1 baru maupun pelaksanaan tender offer atas instrumen lama masih bergantung pada kondisi pasar.
Sebagai informasi, instrumen AT1 merupakan surat berharga subordinasi yang dapat diperhitungkan sebagai modal inti tambahan bank, sehingga lazim digunakan perbankan untuk memperkuat struktur permodalan.
Perseroan menilai penerbitan AT1 baru dan tender offer atas AT1 existing diharapkan memberi dampak positif terhadap struktur permodalan serta mendukung pengembangan kegiatan usaha perseroan.
Dalam keterbukaan informasi tersebut, BNI juga menyampaikan bahwa AT1 baru akan diterbitkan di luar wilayah Indonesia dan tidak ditawarkan kepada investor domestik. Instrumen tersebut rencananya akan dicatatkan di Singapore Exchange.
Baca Juga: BNI (BBNI) Bagi Dividen Rp 349,41 Beri Potensi Yield 8,1%, Ini Jadwal Lengkapnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













