Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer-to-peer (P2P) lending PT Kreasi Anak Indonesia (GandengTangan) menerapkan sejumlah strategi dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah daya beli yang makin berat dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang meningkat.
Direktur GandengTangan, Budi Hermawan mengatakan perusahaan terus memperkuat prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan di tengah kondisi ekonomi yang memang menantang saat ini. Dia bilang GandengTangan juga melakukan evaluasi credit scoring secara berkala dan memperketat proses verifikasi borrower dalam memberikan pembiayaan.
"Ditambah, meningkatkan monitoring kualitas portofolio agar potensi risiko gagal bayar dapat terdeteksi lebih dini," katanya kepada Kontan, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Ini Kata GandengTangan Soal Adanya Asuransi Kredit untuk Fintech Lending
Selain itu, Budi mengatakan diversifikasi borrower dan penguatan proses collection juga terus dilakukan untuk menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat.
Lebih lanjut, GandengTangan juga mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kredit macet. Dia menyebut salah satunya adalah perlambatan ekonomi, tekanan daya beli masyarakat, serta kenaikan suku bunga yang dapat memengaruhi kemampuan bayar borrower.
Dari sisi internal, dia bilang perusahaan juga terus memperhatikan kualitas underwriting dan akurasi credit scoring.
"Kami juga melakukan monitoring pascapenyaluran agar risiko pembiayaan bermasalah dapat dikelola dengan baik," ucap Budi.
Berdasarkan situs resmi perusahaan, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 GandengTangan berada di level 0,09% per 29 Mei 2026. Angka tersebut masih berada jauh di bawah ketentuan OJK yang sebesar 5%.
Baca Juga: GandengTangan Sebut Dinamika Bisnis UMKM Dapat Pengaruhi Kredit Macet Usai Lebaran
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













