kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BNI Syariah relokasi kantor cabang di Bekasi


Senin, 22 Januari 2018 / 19:49 WIB
Kantor cabang pembantu baru BNI Syariah di Harapan Indah, Bekasi


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - BEKASI. PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) terus meningkatkan ekspansi bisnisnya di awal tahun 2018 ini. Salah satunya dengan merelokasi salah satu kantor cabang pembantu (KCP) mereka di Bekasi ke daerah yang lebih berpotensi yakni Harapan Indah, Bekasi.

Abdullah Firman Wibowo, Plt Direktur Utama BNI Syariah mengatakan, sebelum merelokasi KCP, pihaknya telah melakukan evaluasi terkait kinerja kantor cabang di Bekasi ini.

“Sebagaimana diketahui kita disini memiliki 1 kantor cabang dan 4 kantor cabang pembantu. Salah satu kantor cabang pembantu hari ini direlokasi ke kantor cabang pembantu harapan indah,” ujar Firman saat ditemui di acara peresmian kantor cabang, Senin (22/1).

Menurutnya, pertumbuhan di kantor cabang Bekasi ini sangat baik. Dari sisi keuntungan tumbuh di atas 12% secara tahunan (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh hampir 20% yoy khusus di Cabang Bekasi. Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan menjangkau nasabah di daerah yang lebih strategis, BNI Syariah memutuskan untuk melakukan relokasi.

Harapannya dengan adanya relokasi ini, kinerja BNI Syariah akan terus meningkat dan memberikan kontribusi yang baik kepada induk yakni BNI.

Sebagai informasi, BNI Syariah telah memiliki outlet syariah sebanyak 323 unit yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan dari sisi pendanaan, hingga November 2017 BNI Syariah telah menghimpun DPK hingga Rp 28,79 triliun, tumbuh 22,33% year on year dari tahun sebelumnya sebesar Rp 23,54 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×