Reporter: Noverius Laoli, Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat bisnis pembiayaan ultra mikro seiring ekspansi dalam ekosistem Holding Ultra Mikro bersama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan Pegadaian.
Strategi tersebut tak hanya mendorong pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, tetapi juga memperbesar akses pembiayaan dan pendampingan bagi perempuan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Melalui program PNM Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera), perseroan fokus membangun ekosistem pemberdayaan perempuan prasejahtera produktif lewat pembiayaan, pelatihan usaha, hingga pendampingan berbasis kelompok.
Model bisnis ini menjadi salah satu motor pertumbuhan PNM dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Ekosistem Ultra Mikro BRI Group Dorong Kinerja PNM Melesat Signifikan
Penguatan bisnis PNM tercermin dari pertumbuhan aset yang naik signifikan dari Rp31,7 triliun pada 2020 menjadi Rp57 triliun pada 2025.
Total liabilitas juga meningkat dari Rp26,1 triliun menjadi Rp45,3 triliun, mencerminkan semakin besarnya kapasitas pembiayaan yang disalurkan kepada masyarakat ultra mikro.
Di sisi permodalan, total ekuitas PNM tumbuh lebih dari dua kali lipat dari Rp5,6 triliun menjadi Rp11,7 triliun pada 2025. Sementara laba bersih melonjak dari Rp359 miliar pada 2020 menjadi Rp1,14 triliun pada 2025.
Pertumbuhan tersebut terjadi setelah PNM resmi masuk ke dalam Holding Ultra Mikro pada 2021. Integrasi dengan BRI dan Pegadaian dinilai memperluas jangkauan layanan, memperkuat digitalisasi, dan meningkatkan efisiensi operasional perseroan.
Group CEO Hery Gunardi mengatakan Holding Ultra Mikro menjadi platform strategis untuk memperkuat sinergi lintas entitas dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Kinerja PNM yang terus membaik menjadi refleksi bahwa pendekatan ekosistem ini efektif dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Hery belum lama ini.
Baca Juga: Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Nasabah Pinjaman
Menurut dia, sinergi dalam Holding Ultra Mikro juga memperbesar akses pembiayaan bagi perempuan pelaku usaha ultra mikro sehingga berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan inklusi keuangan nasional.
Di lapangan, dampak pendampingan PNM Mekaar mulai terlihat dari berkembangnya usaha para nasabah perempuan. Selain memperoleh akses modal, nasabah juga mendapat pelatihan usaha dan penguatan jejaring sosial melalui pertemuan kelompok rutin.
Salah satu nasabah PNM Mekaar, Nurjannah, mengaku pendampingan yang konsisten membantu usahanya berkembang dari skala kecil hingga mampu meraih penghargaan tingkat nasional.
"Yang tadinya saya hanya usaha kecil, tapi karena selalu mendapatkan binaan dari PNM, hari ini saya bisa berdiri di sini untuk mendapatkan penghargaan ini," ujar Nurjannah.
Keberhasilan nasabah PNM Mekaar juga terlihat dalam ajang Women’s Inspiration Awards 2026 yang digelar pada 30 April 2026. Sejumlah nasabah binaan PNM mendapat apresiasi atas keberhasilan mengembangkan usaha sekaligus memberikan dampak sosial di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Inovasi Ekonomi dan Pemberdayaan Holistik Bawa Nasabah PNM Naik Kelas
Capaian tersebut memperkuat posisi PNM bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan ultra mikro, tetapi juga mitra pemberdayaan perempuan yang mendorong penguatan ekonomi keluarga dan UMKM nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












