kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

BRI jalin sinergi dengan Biro Kredit Desa


Rabu, 03 September 2014 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Promo Alfamart Serba Gratis Periode 16-31 Maret 2023.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjalin sinergi dengan Asosiasi Badan Kredit Desa (ABKD) dalam bentuk pemanfaatan produk dan jasa perbankan. Sinergi tersebut akan membantu BKD dalam memberikan dukungan secara finansial kepada usaha kecil dan mikro di wilayah pedesaan agar lebih produktif dan berkembang.

"Dengan begitu, BKD akan memberikan kontribusi yang optimal guna mendukung upaya pemerintah menanggulangi kemiskinan di wilayah pedesaan," terang Djarot Kusumayakti, Direktur UMKM BRI, Rabu (3/9).

Djarot mengungkapkan, BRI yakin dengan kontribusi BKD dalam melayani kebutuhan masyarakat di pedesaan. Apalagi, saat ini ada sebanyak 3.569 BKD yang berada di wilayah kerja 59 kantor cabang BRI dan tersebar di lima kantor wilayah BRI yaitu Bandung, Yogyakarta, Malang, Semarang, dan Surabaya.

Djarot menambahkan, kerjasama ini juga dibuat untuk meningkatkan hubungan antara BRI dan BKD yang telah terjalin kurang lebih selama 80 tahun. "Selama itu, BRI juga merupakan representasi Bank Indonesia (BI) dalam melakukan pengawasan BKD," ucap Djarot.

Kerjasama BRI dengan BKD juga tertuang dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sampai Juli tahun ini, BRI telah menyalurkan KUR kepada 274 BKD dengan outstanding Rp 20,6 miliar. Di sisi lain, simpanan BKD di BRI mencapai Rp 113 miliar per akhir Desember 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×