kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.924   6,00   0,03%
  • IDX 5.972   -121,32   -1,99%
  • KOMPAS100 770   -15,67   -1,99%
  • LQ45 592   -9,67   -1,61%
  • ISSI 208   -4,51   -2,12%
  • IDX30 330   -4,35   -1,30%
  • IDXHIDIV20 424   -3,12   -0,73%
  • IDX80 88   -1,75   -1,95%
  • IDXV30 116   -1,08   -0,93%
  • IDXQ30 108   -0,95   -0,87%

BSI Bantu Dorong Pemulihan Ekonomi Desa Sade


Senin, 12 Oktober 2026 / 12:36 WIB
BSI Bantu Dorong Pemulihan Ekonomi Desa Sade
ILUSTRASI. BSI meresmikan program "Satu Benang untuk Sade" di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat ekosistem wisata halal nasional sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui pengembangan layanan keuangan syariah dan dukungan terhadap pelaku usaha di sektor pariwisata halal.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan keuangan syariah, meningkatkan daya saing pelaku usaha, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Terbaru, BSI meresmikan program "Satu Benang untuk Sade" di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Inisiatif ini hadir sebagai pendorong utama kebangkitan ekonomi dan mata pencaharian warga lokal pascabencana kebakaran yang sempat melumpuhkan aktivitas pariwisata adat setempat.’

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan, pariwisata halal bukan sekadar menghadirkan fasilitas ramah Muslim, melainkan juga memastikan keberlanjutan ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. 

Baca Juga: Pembiayaan ESG BSI Tembus Rp78,6 Triliun

Lewat sinergi bersama Danantara Indonesia, BSI menghadirkan dukungan pemulihan Desa Sade secara menyeluruh agar ikon wisata budaya Sasak ini siap kembali menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara dengan standar layanan yang makin berdaya saing.

Melalui program ini, BSI meresmikan pembangunan kembali infrastruktur vital warga, mencakup 4 unit rumah adat, gapura desa, balai pertemuan serta pusat ibadah masyarakat. Langkah ini bertujuan mengembalikan denyut kehidupan warga terutama pengrajin tenun, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay agar dapat kembali mandiri dan sejahtera dari sektor pariwisata.

Anggoro menegaskan bahwa pemulihan Desa Sade berfokus pada dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga lokal. "Membangkitkan Desa Sade bukan sekadar merenovasi bangunan, melainkan menghidupkan kembali rantai ekonomi warga. Pariwisata halal yang beretika harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat setempat,” kata Anggoro dalam keterangannya, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Laba BSI Tembus Rp 5,3 Triliun, Tumbuh 10,07% pada Agustus 2026

Ketika wisatawan berkunjung, kata Anggoro, rezeki harus mengalir langsung ke para penenun, pedagang, dan pelaku UMKM lokal. BSI ingin memastikan budaya Sasak tetap terjaga sekaligus menjadi pilar kemandirian ekonomi warga Sade.

Untuk memperluas dampak kebermanfaatan, BSI melalui BSI Maslahat juga membuka ruang partisipasi publik lewat program donasi "Satu Benang untuk Sade" yang dapat diakses dengan mudah melalui aplikasi Byond.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×