Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus mendorong kemandirian masyarakat melalui program pemberdayaan berkelanjutan. Salah satunya, dijalankan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan menggandeng Salarea Foundation dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bunga Wana Lestari.
Memasuki tahun kelima, program pemberdayaan tersebut telah berkembang dari pelestarian lingkungan menjadi ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan lingkungan, ekonomi produktif, pertanian, dan teknologi.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan program pemberdayaan di Garut tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi mendorong masyarakat mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi yang produktif dan mandiri.
“Apa yang dibangun di Garut menunjukkan bahwa potensi lokal, pendampingan, teknologi, dan kolaborasi dapat diintegrasikan menjadi ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dari hulu hingga hilir,” ujar Abdul Bari dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga: Laba Jamkrindo Melonjak 34,70% Menjadi Rp 743,23 Miliar pada Semester I-2026
Selama lima tahun, capain utamanya terlihat dari pengembangan Bank Sampah Jamkrindo yang sudah ekspansi dari satu menjadi dua lokasi. Tak hanya mengelola sampah plastik, program ini juga mengolah sampah organik rumah tangga menjadi media tanam untuk mendukung pertanian dan membuka peluang ekonomi warga.
Di sektor pertanian, Kebun Gizi mulai menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) untuk mengotomatisasi penyiraman dan pemupukan. Sementara itu, Kebun Kopi di lahan Perhutani seluas lebih dari 100 hektare terus dikembangkan.
Jamkrindo juga mendorong hilirisasi melalui Kedai Kopi yang disiapkan menyambut panen perdana. Kopi akan diolah dan disangrai sebelum dijual di kedai, sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati masyarakat.
“Hilirisasi penting agar manfaat ekonomi dari potensi lokal semakin besar dirasakan masyarakat. Kedai Kopi diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan produk masyarakat dengan pasar sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi,” kata Abdul Bari.
Melalui pendekatan yang menghubungkan lingkungan, pertanian, teknologi, dan hilirisasi, program pemberdayaan Jamkrindo di Garut ditargetkan terus berkembang dan menjadi role model kemandirian ekonomi desa di tingkat nasional.
Baca Juga: Jamkrindo Catat Penjaminan Pembiayaan Perumahan Rp 50,34 Triliun pada Semester I-2026
Sementara dari sisi kinerja, Jamkrindo berhasil membukukan volume penjaminan sebesar Rp157,30 triliun hingga semester I-2026 serta memberikan akses penjaminan kepada 2,28 juta pelaku usaha.
Imbal jasa penjaminan (IJP) bersih tercatat sebesar Rp3,16 triliun atau meningkat 21,49% year on year (YoY). Sementara itu, total aset perseroan senilai Rp29,83 triliun dengan ekuitas sebesar Rp13,90 triliun.
Ke depannya, Jamkrindo berkomitmen terus memperkuat strategi untuk meningkatkan daya saing perusahaan, memperluas akses pembiayaan UMKM, meningkatkan kualitas layanan, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














