kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.161   17,00   0,10%
  • IDX 7.713   37,19   0,48%
  • KOMPAS100 1.069   6,14   0,58%
  • LQ45 769   4,38   0,57%
  • ISSI 280   3,05   1,10%
  • IDX30 409   2,70   0,67%
  • IDXHIDIV20 494   2,40   0,49%
  • IDX80 119   0,66   0,56%
  • IDXV30 139   2,26   1,66%
  • IDXQ30 130   0,42   0,32%

BSI Bidik Naik ke KBMI 4, Fokus Perkuat Modal dan Buka Opsi Anorganik


Rabu, 15 April 2026 / 10:25 WIB
BSI Bidik Naik ke KBMI 4, Fokus Perkuat Modal dan Buka Opsi Anorganik
ILUSTRASI. Literasi Keuangan Syariah (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan dapat naik kelas ke kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 4 dalam jangka menengah. Namun, realisasi target tersebut masih bergantung pada penguatan permodalan perseroan.

Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengatakan, rencana tersebut telah masuk dalam medium term plan perusahaan.

“Di medium term plan ada untuk menjadi KBMI 4. Tapi kuncinya memang di aspek permodalan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, peningkatan modal menjadi faktor utama untuk naik kelas, termasuk melalui skema yang melibatkan pemegang saham seperti Danantara. Namun demikian, BSI belum bisa memastikan waktu pencapaian target tersebut. “Masih sulit ditentukan karena subject to berbagai faktor,” imbuhnya.

Baca Juga: BSI Targetkan Free Float 15% dalam Tiga Tahun

Bob juga menilai, peluang bank syariah untuk masuk KBMI 4 masih terbuka, mengingat saat ini belum ada bank syariah di kelompok tersebut.

“Paling tidak, kami berpikir harus ada bank syariah yang bisa masuk KBMI 4,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, BSI membuka peluang pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik.

Secara organik, penguatan modal dilakukan melalui akumulasi laba ditahan serta potensi tambahan modal. Sementara itu, secara anorganik, perseroan juga mempertimbangkan opsi akuisisi, meskipun diakui tidak mudah untuk direalisasikan.

“Di plan ada organik dan anorganik. Tapi untuk anorganik, tidak mudah,” katanya.

Selain itu, BSI juga tak menutup peluang masuknya investor strategis, termasuk dari luar negeri. Namun, perseroan akan mempertimbangkan struktur kepemilikan agar tetap sejalan dengan kepentingan pemegang saham.

“Kalau ada investor tentu kita pertimbangkan. Tapi biasanya investor dari Timur Tengah maunya dominan, sementara kami juga harus melihat itu,” jelas Bob.

Belum lama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan bakal ada bank di KBMI 3 yang naik kelas ke KBMI 4. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut, prakiraannya dua hingga tiga bank bakal masuk ke KBMI 4 tahun ini. 

Dian bilang pihaknya menargetkan bank-bank dengan modal inti yang sudah mendekati Rp 70 triliun, sesuai batas minimum KBMI 4. Asal tahu saja, hingga akhir tahun lalu modal inti BSI mencapai Rp 48,11 triliun. 

Baca Juga: Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan, Bidik Penetrasi Pasar Sumut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×