Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menargetkan peningkatan transaksi bisa capai 10%-30% dalam gelaran BSI International Expo 2026 yang akan berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di JICC Hall A & B, Jakarta.
SEVP Funding and Transaction BSI, Ida Triana Widowati mengatakan, perseroan tidak hanya mengejar peningkatan jumlah pengunjung dalam gelaran tahun ini, tetapi juga ingin mendorong transaksi yang lebih tinggi.
"Minimal kita bisa naik 10%-30%. Tapi bukan cuma itu, kita ingin yang datang lebih banyak dari sisi partisipasi masyarakat," ujar Ida dalam konferensi pers BSI International Expo 2026, Rabu (23/9/2026).
Menurut Ida, BSI International Expo tahun ini juga akan lebih menekankan aktivitas transaksi dibandingkan business matching. Sebelumnya, business matching menjadi salah satu bagian dari aktivitas penjualan pada penyelenggaraan expo.
"Kalau tahun lalu ada business matching yang masuk sebagai bagian dari sales board, tapi kalau tahun ini kita lebih banyak dari sisi transaksinya ketimbang dari sisi business matching," jelasnya.
Untuk mengejar target tersebut, BSI akan membawa berbagai solusi dan kanal digital dalam gelaran expo. Perseroan akan menghadirkan sejumlah layanan digital untuk individu, pedagang hingga nasabah institusi.
Baca Juga: BSI International Expo 2026 Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global
Ida mengatakan, BSI juga telah menyiapkan solusi digital untuk mendukung transaksi emas dalam jumlah besar bagi nasabah wholesale.
"Kita bawa lengkap solusi digital kita. Ada BSI Mobile, ada BSI Online, ada BSI Wholesale," ujarnya.
Selain itu, BSI juga akan mendorong penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) dalam transaksi selama expo. Ida mengatakan, BSI telah menyiapkan dukungan untuk penggunaan KKI yang diluncurkan Bank Indonesia pada Agustus 2026.
Dengan KKI, nasabah memiliki alternatif sumber dana dalam melakukan transaksi, selain menggunakan dana yang tersedia di rekening tabungan.
BSI juga menyiapkan berbagai program dan promo transaksi selama penyelenggaraan expo.
Ida mengatakan, BSI tetap akan mengandalkan kekuatan ekosistem yang selama ini menjadi bagian dari bisnis perseroan dalam penyelenggaraan expo.
Beberapa sektor yang akan menjadi perhatian antara lain haji dan umrah, fesyen muslim, serta produk halal. Selain itu, BSI juga akan mendorong bisnis bullion atau layanan emas.
Baca Juga: BSI Tawarkan KPR Special Margin 2,75% di Danantara Housing Expo 2026
Menurut Ida, bisnis bullion menjadi salah satu pembeda BSI dalam gelaran tersebut. BSI sendiri telah mengembangkan layanan bullion sebagai bagian dari ekosistem bisnis emas perseroan.
"Yang membuat kita berbeda dengan bank lain adalah bullion bank. Itu sesuatu yang berbeda yang pasti tidak akan ditemui di event-event bank lain," katanya.
Selain itu, BSI akan menggandeng lebih banyak mitra dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Perseroan juga membidik partisipasi nasabah dari kelompok Gen Z dan milenial.
Ida mengatakan, konsep expo tahun ini juga diarahkan agar lebih inklusif dengan menghadirkan berbagai segmen masyarakat.
"Bagaimana BSI bisa menjadi semakin inklusif bersama segala segmen," ujarnya.
Dengan kombinasi penguatan transaksi digital, promo, perluasan ekosistem halal serta pengembangan bisnis bullion, BSI berharap BSI International Expo 2026 tidak hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong aktivitas transaksi dan memperluas keterlibatan masyarakat.
Baca Juga: Gaet Dukungan BSI, International Islamic Expo 2026 Targetkan Transaksi Rp 115 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














