kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

BTN bidik NPL turun jadi 3%


Senin, 08 Juni 2015 / 19:35 WIB
ILUSTRASI. Dewi Kam menjadi perempuan terkaya nomor dua di Indonesia. Posisinya ada di bawah anak kedua Prajogo Pangestu, Nancy Pangestu Tabardel, DOK/Youtube/wmygod


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Harris Hadinata

JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terus memperbaiki rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang tinggi. Direktur Utama BTN Maryono menyampaikan, pihaknya masih fokus memperbaiki kualitas kredit agar memiliki pertumbuhan kredit yang sehat.

Di kuartal satu lalu BTN mencetak rasio kredit macet gross sebesar 4,78%, naik 0,04% dari posisi di kuartal satu 2014 silam. “Kami membidik rasio NPL di level 3% pada akhir tahun ini,” katanya, Senin (8/6). Sementara NPL netto turun menjadi 3,47% di kuartal satu lalu.

Maryono bilang, BTN akan memperbaiki kualitas kredit untuk komersial, konstruksi dan kredit perumahan non subsidi untuk menjaga kualitas NPL. Pasalnya, ketiga segmen tersebut mencatat kenaikan rasio kredit macet. Misalnya, NPL kredit komersial menjadi 12,88%, NPL kredit rumah non subsidi menjadi 3,22%, dan NPL untuk kontruksi menjadi 5,87%.

Menurutnya, perbaikan kredit macet ini akan menyehatkan pendapatan laba. Bank pelat merah ini membidik pertumbuhan laba 40% sampai akhir tahun 2015. Di kuartal satu lalu, bank yang ngetop dengan produk kredit pemilikan rumah ini membukukan laba bersih sebesar Rp 402 miliar, tumbuh 17,9% dari kuartal satu 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×