kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.112   77,00   0,43%
  • IDX 6.183   -2,63   -0,04%
  • KOMPAS100 808   1,43   0,18%
  • LQ45 614   1,74   0,28%
  • ISSI 214   -0,13   -0,06%
  • IDX30 346   0,71   0,21%
  • IDXHIDIV20 428   0,49   0,12%
  • IDX80 92   0,28   0,30%
  • IDXV30 117   0,42   0,36%
  • IDXQ30 111   0,29   0,26%

BTN dan BSN Kuasai 74% Penyaluran FLPP Nasional hingga Juni 2026


Selasa, 28 Juli 2026 / 12:16 WIB
BTN dan BSN Kuasai 74% Penyaluran FLPP Nasional hingga Juni 2026
ILUSTRASI. Pemerintah Gelar Akad Massal KPR Sejahtera FLPP (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) bersama entitas anaknya, PT Bank Syariah Nasional (BSN), menguasai penyaluran pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Hingga akhir Juni 2026, kedua bank tersebut telah menyalurkan pembiayaan kepada 67.518 masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau setara hampir 74% dari total realisasi FLPP nasional yang mencapai 91.531 unit rumah.

Rinciannya, BTN menyalurkan FLPP kepada 44.388 MBR, sedangkan BSN sebanyak 23.130 MBR.

Berdasarkan evaluasi kinerja bank penyalur FLPP Kuartal II/2026 yang dirilis Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), BTN menempati peringkat pertama sebagai bank penyalur FLPP terbesar, disusul BSN di posisi kedua.

Baca Juga: BTN Cetak Kinerja Moncer, Laba Tembus Rp 2,4 Triliun di Semester I-2026

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu mengatakan dominasi BTN dan BSN menunjukkan kuatnya peran grup BTN dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah subsidi, baik melalui pembiayaan konvensional maupun syariah.

"BTN dan BSN menyalurkan hampir 74% dari seluruh pembiayaan FLPP nasional hingga akhir Juni 2026. Capaian ini menunjukkan kuatnya kapasitas, jaringan, dan pengalaman kami dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh rumah pertama," ujar Nixon dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).

Data BP Tapera juga menunjukkan jumlah penerima manfaat FLPP terus meningkat. Hingga 30 Juni 2026, sebanyak 91.531 MBR telah memperoleh pembiayaan FLPP. Angka tersebut bertambah menjadi 107.410 MBR per 21 Juli 2026.

Nixon menilai, peningkatan tersebut mencerminkan kebutuhan rumah layak yang masih tinggi. Meski demikian, peningkatan penyaluran pembiayaan harus dibarengi dengan kualitas bangunan, ketepatan sasaran penerima, serta tingkat keterhunian rumah.

"Besarnya volume pembiayaan harus selalu diikuti kualitas rumah dan ketepatan penerima manfaat. Rumah subsidi harus benar-benar menjadi rumah pertama yang layak dan siap dihuni," katanya.

Baca Juga: Hingga Mei 2026, Penyaluran Pembiayaan KPR BSN Capai Rp 5,31 Triliun

Tak hanya memimpin penyaluran FLPP, BTN juga meraih peringkat pertama penyaluran Pembiayaan Tapera periode 2021–2025 dengan realisasi 12.637 peserta. Sementara BSN berada di posisi kedua dengan 2.811 peserta, diikuti BRI sebanyak 2.347 peserta.

Selain itu, BSN memperoleh penghargaan sebagai bank penyalur dengan pelaporan akuHUNI terbanyak dan tingkat validasi e-Monev di atas 90%. Hingga Juni 2026, BSN mencatat pelaporan sebanyak 3.381 MBR dengan tingkat validasi mencapai 92,58%.

Di sisi lain, BP Tapera telah melakukan pemantauan terhadap 48.958 rumah FLPP hingga akhir Juni 2026 dengan tingkat keterhunian mencapai 93,35%. Hingga akhir tahun, lembaga tersebut menargetkan pemantauan terhadap 75.000 rumah di sedikitnya 77 kabupaten/kota.

Menurut Nixon, keberhasilan program rumah subsidi tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran pembiayaan, tetapi juga dari kualitas rumah dan tingkat keterhunian. Karena itu, BTN terus memperkuat koordinasi dengan BP Tapera, pemerintah, dan pengembang untuk memastikan rumah subsidi tepat sasaran dan benar-benar dihuni.

Di samping memperluas pembiayaan kepada masyarakat, BTN juga terus meningkatkan pembiayaan kepada pengembang untuk menjaga ketersediaan pasokan rumah subsidi. Perseroan juga melanjutkan transformasi proses kredit agar penyaluran KPR dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan efisien tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: BSN Bukukan Laba Bersih Rp 473,75 Miliar pada Mei 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×