kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.093   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.918   6,03   0,10%
  • KOMPAS100 770   0,93   0,12%
  • LQ45 587   -0,18   -0,03%
  • ISSI 204   0,59   0,29%
  • IDX30 332   -0,43   -0,13%
  • IDXHIDIV20 411   -0,29   -0,07%
  • IDX80 88   0,12   0,14%
  • IDXV30 112   0,70   0,63%
  • IDXQ30 107   -0,34   -0,32%

BTN Tambah Talenta Digital, Jumlah Pegawai Masih Tumbuh 2%-3%


Jumat, 10 Juli 2026 / 12:57 WIB
BTN Tambah Talenta Digital, Jumlah Pegawai Masih Tumbuh 2%-3%
ILUSTRASI. BTN menyatakan tidak melakukan PHK massal maupun rasionalisasi pegawai sebagai konsekuensi transformasi digital. (Dok/BTN)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memastikan transformasi digital yang tengah dijalankan perseroan tidak diikuti dengan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal maupun rasionalisasi pegawai.

Direktur Human Capital & Compliance BTN, Eko Waluyo mengatakan, digitalisasi justru diiringi dengan pengembangan kompetensi karyawan melalui program upskilling dan reskilling agar dapat mengisi kebutuhan unit bisnis baru.

"BTN tidak melakukan PHK massal maupun rasionalisasi pegawai sebagai konsekuensi transformasi digital. Perseroan juga tetap melakukan penggantian pegawai yang memasuki masa pensiun secara selektif sesuai kebutuhan organisasi dan prioritas bisnis," ujar Eko kepada kontan.co.id, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Kenaikan ke KBMI 3 Belum Jadi Prioritas, Allo Bank Pilih Perkuat Fundamental

Menurutnya, pegawai yang terdampak perubahan proses bisnis dipersiapkan melalui berbagai program pengembangan kompetensi sebelum dialihkan (redeployment) ke unit-unit yang mendukung inisiatif strategis perusahaan. Unit tersebut meliputi penguatan bisnis, layanan digital, fungsi operasional, hingga penjualan.

Sejalan dengan transformasi tersebut, jumlah pegawai BTN justru masih mengalami pertumbuhan. Hingga kuartal I-2026, jumlah pegawai BTN Group, yang terdiri dari BTN dan BTN Syariah, meningkat sekitar 2% hingga 3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan ini terjadi karena adanya reorganisasi untuk mendukung kebutuhan transformasi bisnis BTN," jelasnya.

Di sisi lain, BTN juga mengakui terjadi pergeseran kebutuhan sumber daya manusia. Perseroan kini lebih banyak merekrut talenta digital, mulai dari bidang teknologi informasi (IT), data analytics, cybersecurity, hingga digital banking.

Baca Juga: Bank Mestika Tuntaskan Pembayaran Dividen Tunai Rp 22,33 per Saham

Tak hanya itu, BTN juga masih memperkuat posisi-posisi komersial, khususnya sales dan relationship manager, guna memperluas penetrasi bisnis di ekosistem perumahan.

"Kebutuhan SDM BTN kini berfokus pada talenta digital seperti IT, Data Analytics, Cybersecurity, dan Digital Banking. Posisi komersial yang berorientasi pada pertumbuhan bisnis juga terus ditambah," ungkap Eko.

Ke depan, BTN memandang digitalisasi bukan berarti mengurangi peran kantor cabang, melainkan mengubah fungsinya menjadi pusat layanan konsultatif. 

Perseroan mengembangkan konsep Digital Store Branch dengan mengalihkan transaksi rutin ke superapps, sementara frontliner difokuskan untuk memberikan layanan yang lebih personal dan bernilai tambah kepada nasabah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×