Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) sekitar Rp 200 miliar dalam gelaran Danantara Housing Expo (DHX) 2026.
Pameran yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta, tersebut menjadi momentum BTN memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendorong pertumbuhan pembiayaan perumahan.
Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar mengatakan, target penyaluran KPR dalam DHX 2026 bukan sekadar mengejar pertumbuhan kredit. Perseroan juga ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
"Ini bukan semata-mata mengejar target penyaluran kredit. Yang lebih penting adalah bagaimana memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau," ujar Hirwandi dalam siaran pers, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Bank Mandiri Pastikan Tak Ada Penarikan Dana Nasabah Imbas Polemik Rekening Botok
BTN bersama entitas anak saat ini menjadi salah satu pemain utama dalam pembiayaan perumahan nasional. BTN menguasai pangsa pasar KPR lebih dari 38% di seluruh segmen. Sementara untuk KPR subsidi, pangsa pasar BTN mencapai sekitar 70%.
Hingga Juli 2026, KPR subsidi BTN Group telah mencapai 93.378 unit dengan nilai plafon sebesar Rp 15,46 triliun. Capaian tersebut memperkuat peran BTN dalam mendukung kepemilikan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Untuk mendorong transaksi selama DHX 2026, BTN menyiapkan sejumlah program khusus. Di antaranya pembebasan biaya provisi dan administrasi sesuai program DHX serta cashback biaya proses KPR subsidi sebesar Rp 1 juta untuk 50 debitur pertama.
"Kolaborasi BTN dengan pemerintah, Danantara Indonesia, dan para pengembang akan terus kami perkuat agar penyaluran KPR subsidi semakin merata dan tepat sasaran," kata Hirwandi.
Dalam pameran tersebut, masyarakat juga dapat menemukan berbagai pilihan hunian dari mitra pengembang Himbara, baik BUMN maupun swasta. Lebih dari 200.000 unit hunian ditawarkan dengan segmen yang beragam, mulai dari MBR hingga segmen affluent.
Adapun alternatif pembiayaan yang tersedia mencakup uang muka mulai 1%, suku bunga mulai 2,75%, serta tenor hingga 30 tahun. Tersedia pula pilihan angsuran bertahap (step-up) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Menurut Hirwandi, kemudahan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas kepemilikan rumah. Dengan mempertemukan masyarakat, perbankan, dan pengembang dalam satu platform, calon pembeli dapat sekaligus mengetahui pilihan hunian dan skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan.
"Jadi masyarakat tidak hanya mendapatkan pilihan rumah, tetapi juga bisa langsung mengetahui skema pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan mereka," ujarnya.
Melalui DHX 2026, calon pembeli dapat memperoleh informasi mengenai lokasi, spesifikasi, harga, hingga status proyek. Pengunjung juga dapat berkonsultasi dengan pengembang mengenai unit yang diminati, tahapan pembangunan, serta aspek legalitas proyek.
Selain itu, calon pembeli dapat melakukan simulasi pembiayaan dan pemesanan unit sesuai dengan ketentuan masing-masing proyek.
Baca Juga: Laba BSI (BRIS) Tumbuh 11%, CGS Pertahankan Rekomendasi Tapi Target Harga Dipangkas
Hirwandi menambahkan, penguatan sektor perumahan memiliki dampak yang lebih luas terhadap perekonomian. Berdasarkan kajian Housing Finance Center BTN, KPR tercatat mampu mendorong tambahan output ekonomi nasional hingga Rp 3.049 triliun.
Setiap tambahan investasi Rp 1 triliun di sektor perumahan juga diperkirakan mampu menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
Dengan demikian, pembangunan hunian tidak hanya menggerakkan sektor properti dan perbankan, tetapi juga konstruksi, industri bahan bangunan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Perumahan itu memiliki efek berganda. Ketika pembangunan rumah bergerak, banyak sektor lain ikut bergerak. Karena itu, pembiayaan perumahan juga menjadi bagian penting dalam mendorong perekonomian," kata Hirwandi.
DHX 2026 sendiri dirancang sebagai one-stop housing ecosystem. Masyarakat dapat mencari rumah, memperoleh informasi proyek, membandingkan alternatif pembiayaan, hingga berkonsultasi dengan pengembang dalam satu lokasi.
Selain pameran hunian dan layanan pembiayaan, DHX 2026 turut menghadirkan area home living serta berbagai kegiatan edukatif mengenai kepemilikan dan pengelolaan hunian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














