kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

CNAF Sebut BI Rate Ditahan 5,75% Bukan Jadi Pertimbangan Utama Menerbitkan Obligasi


Rabu, 26 Agustus 2026 / 18:21 WIB
CNAF Sebut BI Rate Ditahan 5,75% Bukan Jadi Pertimbangan Utama Menerbitkan Obligasi
ILUSTRASI. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75%. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai ditahannya BI Rate di level 5,75% memang memberikan kondisi yang relatif lebih stabil bagi perusahaan dalam melakukan perencanaan pendanaan. 

Meski demikian, Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman mengatakan ditahannya BI Rate tak serta-merta menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam menerbitkan obligasi, tetapi ada faktor lainnya.

"Keputusan penerbitan obligasi tidak hanya dengan mempertimbangkan BI Rate, tetapi juga memperhatikan kondisi yield di pasar, khususnya pergerakan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), minat investor, dan spread yang dikenakan," ujarnya kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).

Ristiawan menjelaskan meskipun BI Rate telah stabil di 5,75%, yield SRBI masih relatif tinggi. Dengan demikian, cost of fund di pasar obligasi belum sepenuhnya turun. Oleh karena itu, dia bilang CNAF tetap menerapkan prinsip selektif dalam menentukan waktu penerbitan.

Baca Juga: Pembiayaan Mobil Multifinance Turun di Tengah Kenaikan Penjualan, Ini Kata CNAF

"Selain itu, akan memanfaatkan momentum apabila kondisi pricing dan permintaan investor sudah memberikan tingkat biaya pendanaan yang optimal," tuturnya.

Sampai Juli 2026, Ristiawan menuturkan CNAF telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun 2026 sebesar Rp 200 miliar. Dia bilang penerbitan tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target penghimpunan dana hingga Rp 5 triliun. 

Selain obligasi, pada Maret 2026, CNAF juga telah menerbitkan sukuk sebesar Rp 900 miliar sebagai bagian dari Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap IV Tahun 2026.

Baca Juga: Rasio NPF CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) Terjaga di Level 1,96% pada Semester I-2026

Untuk tren kupon obligasi multifinance, Ristiawan mengatakan secara umum pricing masih relatif tinggi dan cukup sensitif terhadap kondisi pasar uang, serta persepsi investor terhadap tingkat suku bunga. 

Sebagai informasi, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat, penerbitan surat utang multifinance mencapai Rp 14,57 triliun per Juli 2026. Nilainya turun 41,8%, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,03 triliun. 

Baca Juga: CNAF Telah Salurkan Pembiayaan Baru di Luar Jawa Rp 934 Miliar pada Semester I-2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×