kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.875   -25,00   -0,15%
  • IDX 8.012   76,70   0,97%
  • KOMPAS100 1.130   13,21   1,18%
  • LQ45 819   3,38   0,41%
  • ISSI 283   5,05   1,82%
  • IDX30 427   0,37   0,09%
  • IDXHIDIV20 512   -2,58   -0,50%
  • IDX80 126   1,21   0,97%
  • IDXV30 139   0,29   0,21%
  • IDXQ30 139   -0,38   -0,27%

Bukopin bakal terbitkan 2,3 miliar saham baru lewat rights issue


Kamis, 20 Februari 2020 / 19:26 WIB
Bukopin bakal terbitkan 2,3 miliar saham baru lewat rights issue
ILUSTRASI. Adhi Brahmantya, Direktur Bank Bukopin. KONTAN/Muradi/2017/09/07


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Bukopin Tbk dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) turut membicarakan rencana penambahan modal. Adapun, penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue.

Menurut Direktur Bank Bukopin Adhi Brahmantya nantinya akan ada sekitar 2,3 miliar saham baru yang diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut. "Harganya sampai saat ini masih dihitung," katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (20/2).

Baca Juga: Gelar RUPSLB, Bukopin rombak susunan direksi

Walau belum menentukan harga, pihaknya berharap harga saham saat rights issue tidak akan jauh berbeda dibandingkan harga saham Bukopin sebelum dibeli oleh investor asal Korea Selatan yakni Kookmin Bank.

"Yang memberi perkiraan harga saham nanti dari lembaga independen," singkatnya.

Sebelumnya, bank bersandi saham BBKP ini memang menggaungkan rencana penambahan modal guna menopang rencana pertumbuhan bisnis di tahun 2020.

Adapun, rencana tersebut kemungkinan baru akan dapat dilangsungkan pada semester I 2020. Sampai saat ini, Bukopin masih belum menentukan saham mana yang bakal terdilusi.

Baca Juga: Bukopin targetkan gelar rights issue akhir semester I tahun 2020

Sebagai informasi saja, saat ini kepemilikan saham Bank Bukopin dipegang oleh PT Bosowa Corporindo sebanyak 23,39%. Kemudian Kookmin Bank memegang 21,99% serta Negara Republik Indonesia 8,91% dan Kopelindo sebesar 5,13% saham. Sementara sisanya sebanyak 40,55% dimilik oleh publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×