kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Bumiputera tak ambil pusing soal Optima Kharya


Senin, 18 Januari 2016 / 17:09 WIB
Bumiputera tak ambil pusing soal Optima Kharya


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera mengaku tak mau ambil pusing dulu soal penghentian penyidikan kasus PT Optima Kharya Capital Management. Perusahaan asuransi mutual ini memilih untuk lebih fokus kepada rencana bisnis yang sudah mereka susun.

Direktur Utama Bumiputera Ahmad Fauzie Darwis bilang untuk saat ini pihaknya belum memutuskan langkah apa yang akan perusahaan ambil terkait diberhentikannya penyidikan kasus tersebut. Pasalnya masih banyak pekerjaan yang ada di depan mata.

Bumiputera pun tak mau fokus mereka jadi terbelah. "Ada skala prioritas yang lebih penting untuk kami kerjaan saat ini," kata Fauzie, Senin (18/1).

Bumiputera memang punya sejumlah rencana di tahun ini. Termasuk restrukturisasi sistem dalam jaringan pemasaran. Upaya-upaya lain dalam peningkatan efisiensi dalam berbisnis juga menjadi prioritas saat ini.

Meski permasalah penempatan dana di Optima Kharya terancam buntu, Fauzie menjamin liabilitas kepada peserta tak akan terganggu. Hal ini berkaca pada kemampuan Bumiputera untuk menyelesaikan kewajiban kepada nasabah sebagaimana mestinya.

Perseroan pun masih belum memutuskan langkah yang diambil kedepannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kepolisian menghentikan penyidikan kasus dugaan penggelapan dana investasi yang dilakukan oleh Optima Kharya. Karena kasus ini dinilai tak cukup bukti.

Padahal masih ada dana sekitar Rp 300 miliar milik Bumiputera dalam kontrak pengelolaan dana dengan perusahaan manajer investasi yang izinnya dicabut sejak pertengahan 2012 silam ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×