kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

DPLK Avrist Bidik Peserta Tumbuh 15% pada 2026, Sasar Sektor Informal dan Gen Z


Minggu, 08 Februari 2026 / 11:52 WIB
Diperbarui Minggu, 08 Februari 2026 / 11:56 WIB
DPLK Avrist Bidik Peserta Tumbuh 15% pada 2026, Sasar Sektor Informal dan Gen Z
ILUSTRASI. DPLK Avrist menargetkan 15% pertumbuhan peserta hingga 2026. Strategi digitalisasi dan edukasi Gen Z jadi fokus utama (DOK/Avrist AM)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menargetkan jumlah kepesertaan secara keseluruhan tumbuh sebesar 15% pada 2026. Asal tahu saja, jumlah peserta DPLK Avrist mencapai 29.253 orang hingga Desember 2025, atau tumbuh 12,3% secara Year on Year (YoY).

Untuk mencapai target tersebut, Ketua Pengurus DPLK Avrist Firmansyah mengatakan pihaknya akan menerapkan sejumlah upaya. Dia bilang salah satunya, yakni memanfaatkan digitalisasi dan menggaet lebih banyak peserta informal pada tahun ini.

Selain itu, dia bilang DPLK Avrist akan terus mengedukasi masyarakat, khususnya Gen Z, mengenai pentingnya menyiapkan finansial untuk masa depan atau masa pensiun.

“Jadi, pertumbuhan kami ke depan sekitar 15%. Untuk informal, kemarin menyumbang sangat kecil, masih di bawah 10%. Oleh karena itu, kami berharap bisa sekitar 20% (tahun ini),” katanya saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026)

.Baca Juga: Sasar Sektor Informal, DPLK Avrist Luncurkan Aplikasi Dana Pensiun SiPURNA

Lebih lanjut, Firmansyah mengatakan dari total jumlah kepesertaan DPLK Avrist, sebanyak 80% didominasi peserta korporasi atau berasal dari perusahaan yang mendaftarkan karyawannya. Sementara itu, peserta mandiri kurang dari 20% dan hanya sebagian saja yang berasal dari sektor informal.

"Jadi, sangat kecil (informal). Hal itu juga yang menjadi fokus kami untuk jangka menengah dan panjang," tuturnya.

Firmansyah tak memungkiri memang terdapat tantangan utama dalam menggaet peserta informal, yakni kurangnya edukasi mengenai dana pensiun. Oleh karena itu, upaya meningkatkan edukasi menjadi perlu dilakukan.

“Jadi, peluang sektor informal sebenarnya besar sekali," ucap Firmansyah.

Sebagai informasi, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah peserta program pensiun sukarela mencapai 5,4 juta orang per akhir 2025. Jumlahnya meningkat 2,08% jika dibandingkan posisi per akhir 2024 yang sebanyak 5,29 juta orang.

Selanjutnya: BCA Digital Cetak Laba Bersih Melonjak 98% di Tahun 2025

Menarik Dibaca: 7 Manfaat Buah Kersen: Sejumlah Penyakit Kronis Ini Bisa Anda Hindari

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×