kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Buntut kasus Jiwasraya, pengamat: Minat nasabah bergeser ke asuransi swasta


Selasa, 17 Desember 2019 / 18:44 WIB
ILUSTRASI. Tampilan gedung kantor pusat Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Selasa (15/1). Kasus gagal bayar Asuransi Jiwasraya memberikan dampak terhadap kepercayaan masyarakat di Indonesia. KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya memberikan dampak terhadap kepercayaan masyarakat di Indonesia. Diperkirakan calon nasabah asuransi lebih memilih produk asuransi swasta ketimbang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pengamat asuransi Irvan Rahardjo memperkirakan kepercayaan industri terhadap asuransi tidak menurun tetapi terjadi flight to quality, yaitu calon nasabah akan beralih pada asuransi yang berkualitas terutama ke perusahaan swasta asing.

Baca Juga: Inilah 4 kasus gagal bayar besar asuransi jiwa di Indonesia

“Mereka akan pilih asuransi swasta yang bagus dari sisi manajemen, RBC, kecepatan dan kualitas pelayanan khususnya dalam penanganan komplain dan pembayaran klaim,” kata Irvan kepada Kontan.co.id, Selasa (17/12).

Sebaliknya, kepercayaan investor justru tidak berpengaruh. Terbukti beberapa investor asing berminat masuk ke anak usaha Jiwasraya yaitu Jiwasraya Putra karena mereka melihat peluang pembenahan tata kelola perusahaan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Jiwasraya melalui anak usahanya.

“Investor akan menerapkan tata kelola terbaik yang dibawanya dari luar sebagai benchmark terutama dalam pengelolaan investasi,” tambah Irvan.

Baca Juga: Jiwasraya manfaatkan pasar dari karyawan BUMN untuk perbaiki likuiditas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×