kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Citibank jual bisnis ritelnya, peta pasar kartu kredit diprediksi tak banyak berubah


Jumat, 22 Oktober 2021 / 10:33 WIB
ILUSTRASI. bank citibank atm di mall pusat perbelanjaan loksai kota kasablanka Jakarta Selatan (4/9). Citibank jual bisnis ritelnya, peta pasar kartu kredit diprediksi tak banyak berubah.


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Steve sebetulnya menyayangkan Citibank Indonesia keluar dari bisnis kartu kredit karena kondisi portofolio bisnis bank tersebut masih cukup baik. Apalagi bank ini merupakan salah satu panutan di industri mengingat pengetahuan, pengalaman dan juga standard bisnisnya yang cukup bagus. Namun, keputusan itu sudah menjadi bagian dari strategi kartor pusatnya. 

"Saya berharap, siapapun nantinya yang mengambilalih bisa meneruskannya dengan baik. Kalau secara industri, dampak keluarnya Citibank ini tidak akan banyak berpengaruh. Apalagi ini juga bukan pertama kalinya institusi di Indonesia yang menjual kartu kreditnya ke institusi lain," kata Steve.

Sementara perkembangan transaksi kartu kredit di Indonesia saat ini menurut Steve sudah lebih membaik. Tantangan terberatnya saat ini adalah belum berjalannya perjalanannya internasional. 

Transaksi restoran maupun belanja semakin membaik, bahkan ketika pemberlakukan PPKM masih berjalan dengan baik karena orang tetap bisa membeli di restoran dan dibawa pulang atau berbelanja lewat market place. Transaksi untuk perjalanan domestik akhir-akhir ini juga sudah mulai membaik. 

Untuk prospek jangka panjang, AKKI melihat bisnis kartu kredit tidak akan pernah mati. " Pada prinsipnya, sekama orang melakukan transaksi, produk ini tentu akan tetap ada dan dibutuhkan," pungkasnya. 

Selanjutnya: Putin mengakui militer Ukraina yang didukung NATO bisa mengancam Rusia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×