Reporter: Ade Priyatin | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri pembiayaan mobil bekas masih menghadapi sejumlah tantangan pada paruh pertama tahun 2026. Pelemahan daya beli masyarakat serta semakin agresifnya persaingan dari kendaraan listrik (electric vehicle/EV) menjadi faktor yang membayangi kinerja segmen pembiayaan kendaraan bekas.
Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk Harjanto Tjitohardjojo mengatakan, kedua faktor tersebut turut memberikan dampak terhadap bisnis pembiayaan mobil bekas, meskipun pengaruhnya tidak terjadi secara langsung.
"Permintaan pembiayaan kendaraan roda empat baru memang tetap lemah dan pembiayaan mobil bekas pun masih terbatas akibat kehati-hatian terhadap kualitas aset," jelasnya kepada Kontan, Senin (8/6/2026).
Menurut Harjanto, perang harga kendaraan listrik yang semakin intensif turut memberikan tekanan terhadap nilai pasar kendaraan bekas secara keseluruhan. Kondisi ini tercermin dari menurunnya kemampuan pemulihan nilai agunan kendaraan yang telah disita oleh perusahaan pembiayaan.
Baca Juga: Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp 15,6 Triliun pada 2025
Selain tantangan dari sisi pasar, perusahaan juga mencermati berbagai risiko makroekonomi yang berpotensi memengaruhi industri multifinance. Pelemahan nilai tukar rupiah dan tren kenaikan suku bunga dinilai dapat menekan permintaan pembiayaan kendaraan bermotor.
Tidak hanya itu, potensi kenaikan harga kendaraan juga berisiko memengaruhi kemampuan bayar debitur, yang pada akhirnya dapat berdampak terhadap kualitas pembiayaan dan tingkat risiko kredit perusahaan.
Meski demikian, Harjanto masih melihat adanya peluang pertumbuhan di tengah lesunya pasar mobil baru nasional. Ia menilai, perubahan perilaku konsumen justru membuka ruang bagi pertumbuhan pasar kendaraan bekas.
Baca Juga: OJK: Permohonan Pengembalian Izin Usaha Pinjam Modal Masih Tahap Penelaahan
Menurutnya, penjualan mobil bekas masih menunjukkan tren positif seiring bergesernya preferensi masyarakat. Dalam kondisi daya beli yang tertekan, sebagian konsumen memilih kendaraan bekas sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan membeli mobil baru.
Tren tersebut turut menopang kinerja pembiayaan mobil bekas yang disalurkan Clipan Finance sepanjang awal tahun ini. Hingga April 2026, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan mobil bekas dengan nilai lebih dari Rp750 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













