Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bunga deposito kembali menjadi senjata utama bank digital untuk menarik dana pihak ketiga (DPK) di tengah tingginya suku bunga acuan. Sejumlah bank digital bahkan masih menawarkan bunga deposito hingga 8% per tahun sebagai strategi memperkuat likuiditas dan memperluas basis nasabah.
Meski demikian, ruang bagi bank digital untuk mempertahankan bunga tinggi diperkirakan akan semakin terbatas. Seiring membaiknya likuiditas industri perbankan dan meningkatnya pertumbuhan dana pihak ketiga, strategi penghimpunan dana diprediksi akan bergeser dari perang bunga menuju penguatan layanan dan ekosistem digital.
Allo Bank Kelola Bunga Deposito Secara Dinamis
Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, kebijakan suku bunga deposito hingga akhir 2026 akan disesuaikan secara dinamis mengikuti perkembangan kondisi pasar dan kebutuhan bisnis perseroan.
"Kami tidak dapat mengatakan bahwa bunga deposito akan selalu dipertahankan ataupun kembali disesuaikan, karena keputusan tersebut akan sangat bergantung pada perkembangan kondisi makroekonomi, arah kebijakan suku bunga, dinamika kompetisi industri, perkembangan Dana Pihak Ketiga (DPK), serta kebutuhan penyaluran kredit," kata Destya kepada Kontan, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga: LPS Usulkan Desain Program Penjaminan Polis, Ini Respons Asuransi Asei
Allo Bank telah menaikkan suku bunga deposito sebesar 50 basis poin (bps) untuk tenor 3, 6, dan 12 bulan sejak 10 Juli 2026. Saat ini, bunga dasar deposito berada pada kisaran 5,5% hingga 6% per tahun.
Selain itu, bank juga menawarkan total bunga hingga 8% per tahun melalui kombinasi bunga dasar dan bonus dengan syarat tertentu. Program promosi tersebut berlaku hingga 31 Juli 2026.
Menurut Destya, strategi penghimpunan dana Allo Bank tidak hanya mengandalkan bunga tinggi, tetapi juga memperkuat dana murah (CASA) melalui peningkatan keterlibatan nasabah, pengembangan transaksi digital, serta perluasan kolaborasi dalam ekosistem.
"Kami meyakini bahwa pendanaan yang kuat akan dibangun dari aktivitas transaksi dan loyalitas nasabah, bukan semata-mata dari kompetisi pricing," ujarnya.
Krom Bank Pertahankan Bunga hingga 8%
Di sisi lain, PT Krom Bank Indonesia Tbk masih mempertahankan bunga deposito yang kompetitif. Melalui produk Krom Max dan Krom Flex, bank ini menawarkan bunga deposito berkisar antara 6,5% hingga 8% per tahun.
Bunga tertinggi sebesar 8% diberikan untuk produk Krom Max dengan tenor 12 bulan, sedangkan Krom Flex menawarkan bunga hingga 7,5% untuk tenor yang sama.
Presiden Direktur PT Krom Bank Indonesia Tbk Anton Hermawan mengatakan, suku bunga deposito saat ini masih dipertahankan sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent.
"Kami tetap melakukan benchmarking secara aktif terhadap kondisi pasar dan pergerakan industri untuk menjaga keseimbangan antara daya saing penawaran dan keberlanjutan bisnis," ujarnya.
Baca Juga: OJK Minta Investigasi Dugaan Pelanggaran Penagihan, Begini Respons Kredivo
Anton menjelaskan, penentuan suku bunga deposito mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari suku bunga acuan Bank Indonesia, inflasi, pertumbuhan ekonomi hingga kebutuhan likuiditas bank.
"Saat ini Krom Bank mencermati dan menganalisis semua faktor-faktor yang dapat mempengaruhi penentuan suku bunga tersebut," terangnya.
Selain menjaga daya saing bunga deposito, Krom Bank juga terus memperkuat penghimpunan dana murah guna mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan profitabilitas, memperkuat manajemen risiko, dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Bank Jago dan BNC Masih Tawarkan Bunga Kompetitif
Persaingan bunga deposito juga masih terlihat di sejumlah bank digital lainnya.
Bank Jago menawarkan bunga deposito mulai 5% hingga 6,25% per tahun, bergantung pada nominal penempatan dana dan jangka waktu deposito.
Untuk simpanan mulai Rp1 juta hingga di bawah Rp100 juta, bunga deposito sebesar 5% diberikan untuk tenor satu bulan, sedangkan tenor tiga, enam, dan dua belas bulan memperoleh bunga 5,5% per tahun.
Sementara itu, nasabah dengan penempatan dana minimal Rp1 miliar dapat memperoleh bunga 6,25% untuk seluruh pilihan tenor.
Adapun Bank Neo Commerce (BNC) menawarkan bunga deposito antara 4,75% hingga 7,25% per tahun. Bunga tertinggi sebesar 7,25% diberikan untuk tenor enam dan dua belas bulan. Namun, bunga untuk beberapa tenor tersebut merupakan program promosi yang berlaku hingga 31 Juli 2026.
Baca Juga: Danamon Gelar Travel Fair di Tujuh Kota, Genjot Transaksi Valas dan Kartu Kredit
LPPI: Ruang Bunga Deposito Tinggi Semakin Terbatas
Head of Research and Product Development Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai bunga deposito bank digital masih akan bertahan di level relatif tinggi hingga akhir 2026. Namun, peluang menawarkan bunga yang sangat tinggi diperkirakan semakin mengecil.
"Menurut saya, bunga deposito bank digital diperkirakan masih tetap tinggi hingga akhir 2026, tetapi ruangnya akan semakin menyempit. Walau BI Rate berada di level 5,75%, sebagian bank digital masih menawarkan bunga kompetitif untuk menarik dana pihak ketiga karena basis pendanaannya belum sekuat bank besar," katanya.
Ia menjelaskan, membaiknya kondisi likuiditas industri perbankan dan meningkatnya pertumbuhan DPK akan mengurangi tekanan bagi bank digital untuk terus menawarkan bunga deposito yang sangat tinggi.
Trioksa memperkirakan bunga deposito bank digital akan bergerak di kisaran 4,5% hingga 6,5% per tahun hingga akhir 2026. Sementara itu, penawaran bunga 7% hingga 8% diperkirakan hanya akan diberikan dalam bentuk promosi dengan syarat tertentu, seperti tenor khusus, nominal penempatan tertentu, atau untuk segmen nasabah tertentu.
Ke depan, persaingan antarbank digital diperkirakan tidak lagi bertumpu pada perang bunga semata. Trioksa menilai fokus industri akan bergeser ke penguatan kualitas layanan digital, peningkatan pengalaman nasabah, serta pembangunan ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi sebagai strategi utama menarik dan mempertahankan nasabah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














