kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

CNAF Nilai Pembiayaan Emas Punya Prospek Positif Seiring Tren Emas yang Meningkat


Minggu, 01 Februari 2026 / 21:00 WIB
CNAF Nilai Pembiayaan Emas Punya Prospek Positif Seiring Tren Emas yang Meningkat
ILUSTRASI. Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman (KONTAN/Ferry Saputra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menilai pembiayaan emas masih memiliki prospek yang positif untuk jangka panjang, seiring tren harga emas yang terus meningkat.

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman mengatakan industri multifinance melihat potensi besar dalam segmen pembiayaan emas. Salah satunya juga dipicu emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati masyarakat.

"Oleh karena itu, CNAF melihat pembiayaan emas peluang market yang baik untuk dijajaki sebagai salah satu langkah strategis perusahaan pada 2026," ucapnya kepada Kontan, Sabtu (31/1/2026).

Lebih lanjut, Ristiawan menerangkan CNAF baru meluncurkan pembiayaan emas di akhir 2025. Langkah itu menjadi upaya perusahaan dalam memanfaatkan tren investasi emas yang sedang meningkat. Dia juga berharap pembiayaan emas bisa menjadi salah satu penopang pertumbuhan di CNAF ke depannya.

Baca Juga: CNAF Targetkan Pembiayaan Multiguna Capai Rp 8,07 Triliun Sepanjang 2026

Untuk meningkatkan kinerja pembiayaan emas tahun ini, Ristiawan mengatakan CNAF akan berupaya meningkatkan penetrasi pasar dengan menerapkan metode direct selling penawaran produk pembiayaan emas melalui promo-promo yang langsung menjangkau konsumen. 

"Selain itu, mengadakan program referral yang menawarkan produk kepada nasabah loyal induk usaha, dengan cara memperkuat sinergi untuk meningkatkan potensi konversi. CNAF juga akan menawarkan produk emas pada customer eksisting CNAF sendiri," kata Ristiawan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Agusman juga memproyeksikan pembiayaan segmen emas multifinance akan terus meningkat ke depannya, seiring tingginya minat masyarakat terhadap pembiayaan emas.

Baca Juga: CNAF Targetkan Laba Sebelum Pajak Rp 552 Miliar pada 2026

Mengenai pembiayaan emas, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan masuknya multifinance ke produk emas bisa menjadi strategi pertumbuhan ke depan, khususnya menjadi alternatif pendorong kinerja di tengah lesunya pasar otomotif.

“Orang yang membeli motor dan mobil turun. Oleh karena itu, perusahaan pembiayaan mencari produk lain, salah satunya emas. Itu bisa disebut strategi pertumbuhan,” ujar Suwandi kepada Kontan.

Suwandi menjelaskan pembiayaan emas bisa masuk ke dalam kategori pembiayaan multiguna. Dia juga menekankan bahwa pembiayaan emas multifinance berbeda dengan skema gadai emas di perusahaan pergadaian maupun bank syariah. Pada multifinance, emas tidak boleh ditahan oleh perusahaan pembiayaan.

Baca Juga: CNAF Targetkan Pembiayaan Kendaraan Listrik dan Hybrid Tumbuh 7% pada 2026  

Selanjutnya: OJK Sebut Kebijakan Asuransi Wajib Perjalanan bagi Wisatawan Asing dalam Tahap Kajian

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026, Indonesia Borong 4 Gelar Juara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×