Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) memulai tahun 2026 dengan rencana penerbitan surat utang berbasis syariah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat struktur pendanaan sekaligus menjaga efisiensi biaya dana di tengah target ekspansi pembiayaan.
Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman mengatakan pada kuartal I-2026 perusahaan berencana menerbitkan Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap IV senilai Rp 900 miliar.
“Penerbitan sukuk ini sebagai salah satu strategi CNAF untuk mendapatkan sumber pendanaan murah guna menjaga efisiensi cost of fund,” ujarnya kepada Kontan, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: BSI Klaim Investasi Infrastruktur Jadi Penyebab Kenaikan CIR ke 52%
Ia menambahkan, momentum awal tahun dipilih sebagai langkah antisipatif terhadap target pertumbuhan pembiayaan sepanjang 2026. Dengan menghimpun dana sejak kuartal pertama, CNAF berharap memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung ekspansi bisnis dan melayani kebutuhan nasabah secara optimal.
Adapun seluruh dana hasil penerbitan sukuk tersebut, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan sebagai penyertaan modal kerja untuk kegiatan usaha pembiayaan syariah. Ristiawan bilang, dana tersebut akan disalurkan ke sejumlah kegiatan usaha pembiayaan syariah.
"Akan dipergunakan sebagai penyertaan modal kerja pada kegiatan usaha pembiaaan syariah untuk kendaraan roda empat, properti, kendaraan roda dua dan jasa penyelenggara porsi Haji dan Umrah," tuturnya.
Dengan demikian, dana hasil penerbitan tidak difokuskan untuk refinancing utang jatuh tempo, melainkan untuk mendukung pertumbuhan pembiayaan baru.
Baca Juga: Produk Tradisional Masih Jadi Kontributor Premi Terbesar Tokio Marine Life
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













