Reporter: Ade Jun Firdaus |
BANDUNG. Bank Indonesia mencatat dana perbankan yang tersimpan dalam Sertifikat Bank Indonesia (SBI) semakin menumpuk. Dana bank di SBI yang akhir tahun lalu masih Rp 165 triliun, di akhir Februari 2009 telah meningkat menjadi Rp 200 triliun.
Direktur Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Made Sukada, naiknya penempatan dana bank di SBI merupakan sinyalemen positif. "Pertanda likuiditas membaik," ujar Made. Artinya bankir mengalihkan kelebihan rupiah di brankas ke SBI.
Namun, Made tak menampik bahwa tak semua mengalami kelebihan likuiditas. "Itu hanya akibat ketidakpercayaan antar bank," ujar Made akhir pekan lalu.
Dalam situasi perekonomian yang tidak menentu seperti sekarang, pengelola bank lebih suka menyimpan kelebihan dana dalam SBI dibandingkan menyalurkan kredit.
Alasannya sederhana. Jangka waktu SBI lebih pendek dibandingkan kredit. SBI juga mudah ditunaikan dan bisa dikatakan tanpa risiko.
Keengganan bank menyalurkan kredit bisa berdampak buruk bagi ekonomi makro. Dalam hitungan kasar, Indonesia baru mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5% jika pertumbuhan kredit perbankan minimal 20% per tahun.
Padahal target pertumbuhan kredit versi para bankir jauh lebih rendah. "Pertumbuhan kredit jika dirata-rata dari rencana bisnis bank hanya 15,6%," kata Wimboh Santoso, Kepala Biro Stabilitas Kebijakan Moneter Bank Indonesia. Artinya, pertumbuhan ekonomi akan berada di bawah 4,5%
Wimboh berharap, para bankir lebih berani menyalurkan kredit di semester kedua. Kebanyakan bankir mengaku menunggu pasar keuangan global membaik sebelum menggenjot kucuran kredit.
Wimboh juga berharap, pertumbuhan tak akan kerdil, karena kredit yang sudah disetujui namun belum terpakai sebetulnya masih tinggi. Nilai undisbursed loan per akhir tahun lalu Rp 230 triliun.
Imbas buruk lain dari kegemaran bankir memarkir dana si SBI adalah tingginya biaya operasi moneter yang harus ditanggung BI. Jangan lupa, BI harus membayar bunga ke pada pemilik SBI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













