kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Danamart Bidik Pendanaan Rp 10 Miliar untuk Proyek PLTS di Asmat


Selasa, 18 Agustus 2026 / 17:08 WIB
Danamart Bidik Pendanaan Rp 10 Miliar untuk Proyek PLTS di Asmat
ILUSTRASI. Danamart menargetkan total penghimpunan dana Rp 10 miliar melalui skema securities crowdfunding untuk mendukung pembangunan PLTS (Shutterstock/Garun .Prdt)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menargetkan total penghimpunan dana Rp 10 miliar melalui skema securities crowdfunding untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu Wilayah 6 di Asmat, Papua Selatan.

CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan target tersebut akan dihimpun dalam tiga batch pendanaan. Hingga saat ini, dua batch telah berhasil memperoleh pendanaan dan dananya sudah disalurkan kepada penerbit untuk mendukung pelaksanaan proyek.

Batch pertama dengan nilai Rp 3 miliar telah terdanai penuh dengan melibatkan 29 pemodal. Sementara itu, batch kedua senilai Rp 4 miliar diikuti oleh 55 pemodal, baik individu maupun institusi.

"Pada dua batch tersebut, pendanaan dilakukan melalui Efek Bersifat Utang (EBU) dengan tenor 4 bulan dan kupon 20% per tahun (per annum/p.a.), yang diadministrasikan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)," ungkapnya dalam keterangan resmi, Selasa (18/8/2026).

Baca Juga: Pegadaian Siap Lunasi Surat Utang Rp4 Triliun yang Jatuh Tempo November 2026

Selanjutnya, Danamart menyiapkan batch ketiga dengan target penghimpunan sebesar Rp 3 miliar. Patrick menyampaikan periode penyampaian minat telah dibuka bagi calon pemodal yang ingin mendapatkan prioritas dalam proses alokasi awal, dengan tetap mengikuti ketersediaan dan ketentuan yang berlaku.

Penawaran resmi untuk batch ketiga tersebut direncanakan dibuka pada akhir Agustus 2026.

Menurut Patrick, proyek PLTS di Asmat memiliki nilai yang tidak hanya berkaitan dengan pembiayaan energi terbarukan, tetapi juga dampak sosial bagi masyarakat di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.

Selain mendukung agenda keberlanjutan dan transisi energi, proyek tersebut dirancang untuk memperluas akses listrik bagi 306 rumah yang tersebar di empat desa.

"Bagi investor, pendekatan itu menghadirkan integrated value, yaitu nilai investasi yang berjalan seiring dengan partisipasi dalam pembiayaan proyek yang memiliki dampak sosial dan lingkungan,” ujar Patrick.

Berdasarkan data proyek yang disampaikan Agam selaku Person in Charge (PIC) proyek dari pihak penerbit, pembangunan PLTS tersebut menyasar empat desa di Asmat yang saat ini belum mendapatkan akses listrik.

Infrastruktur kelistrikan yang dibangun ditargetkan menjangkau 306 rumah. Rinciannya, sebanyak 109 rumah berada di Pirpis & Biwar Laut, 63 rumah di Seramit, 62 rumah di Hainam, dan 72 rumah di Amagais.

Baca Juga: Ribuan Dapur MBG Ditutup, Urun Dana Danamart Terus Lakukan Monitoring Proyek SPPG

Proyek tersebut juga mencakup pembangunan 154 tiang jaringan tegangan rendah (JTR) untuk mendukung penyaluran listrik di wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.

Dari sisi kapasitas, sistem PLTS direncanakan memiliki modul surya sebesar 446,6 kilowatt-peak (kWp), baterai berkapasitas 2.263,1 kilowatt-hour (kWh), serta inverter dengan kapasitas 420 kilowatt (kW) AC.

Patrick menilai pembangunan PLTS di Asmat sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses listrik sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

Mengacu pada publikasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Program Listrik Desa 2025–2029 menargetkan elektrifikasi 5.758 desa yang belum mendapatkan listrik PLN. Program tersebut juga menargetkan penyambungan listrik bagi sekitar 1,2 juta rumah tangga.

Dengan demikian, pembangunan PLTS di Asmat dinilai memiliki relevansi terhadap agenda pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah yang belum teraliri listrik, sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan sebagai bagian dari proses transisi energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×