kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.945   32,00   0,18%
  • IDX 6.042   5,00   0,08%
  • KOMPAS100 779   1,64   0,21%
  • LQ45 597   1,09   0,18%
  • ISSI 210   -0,09   -0,04%
  • IDX30 332   1,53   0,46%
  • IDXHIDIV20 425   1,84   0,44%
  • IDX80 89   0,18   0,20%
  • IDXV30 115   0,42   0,37%
  • IDXQ30 109   0,52   0,48%

Danantara Targetkan Konsolidasi Perusahaan Asuransi BUMN Rampung di Akhir 2026


Senin, 05 Oktober 2026 / 12:31 WIB
Danantara Targetkan Konsolidasi Perusahaan Asuransi BUMN Rampung di Akhir 2026
ILUSTRASI. Danantara menargetkan proses konsolidasi perusahaan asuransi milik BUMN bisa kelar pada akhir 2026.   (KONTAN/Syamsul Ashar)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danantara menargetkan proses konsolidasi perusahaan asuransi milik BUMN bisa rampung pada akhir 2026.

Konsolidasi tersebut mencakup perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengatakan, proses konsolidasi perusahaan asuransi BUMN masih terus berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

Baca Juga: Indonesia Re Dorong Penguatan Portofolio Reasuransi Jiwa

"Untuk merger asuransi juga sudah terjadi dan akhir tahun ini sudah harus terjadi," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (2/10/26).

Selain asuransi konvensional, Danantara juga akan melakukan konsolidasi pada lini asuransi syariah. Serupa dengan asuransi konvensional, konsolidasi pada asuransi syariah juga mencakup asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit berbasis syariah.

Adapun pertimbangan segmen syariah juga dilakukan konsolidasi karena adanya penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang berbasis syariah.

"Karena kan kita juga menyalurkan KUR syariah, jadi nanti ada asuransi penjaminan KUR syariah juga," jelasnya.

Sementara itu, konsolidasi perusahaan perasuransian tersebut menjadi bagian dari proses streamlining perusahaan di bawah Danantara.

Di waktu yang sama, Dony turut mengatakan proses streamlining dilakukan melalui sejumlah skema, mulai dari penutupan atau likuidasi, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi.

Baca Juga: CIMB Niaga Ungkap Strategi AI Amankan Transaksi Nasabah di OCTO

Lebih lanjut, restrukturisasi dilakukan melalui berbagai skema, termasuk penyertaan equity maupun in-rank asset yang pada akhirnya memiliki karakteristik serupa dengan equity.

Di sisi lain, Danantara juga menargetkan proses streamlining tersebut pada akhirnya bisa mengurangi jumlah perusahaan yang dikelola Danantara. Pihaknya menargetkan jumlah perusahaan yang mereka kelola hanya tersisa 200 perusahaan dari yang sebelumnya berjumlah 1.074 perusahaan pada akhir tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×