kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Darmin: Prime lending rate untuk tekan spread


Sabtu, 05 Maret 2011 / 07:33 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (27/12) ditutup menguat 0,16 persen atau 9,87 poin ke level 6.329,31. ANTARA FOTO/Indri


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menekankan, kebijakan prime lending rate ditujukan agar bank menekan spread bunga. Penurunan suku bunga kredit perbankan diharapkan dapat ditekan lewat penurunan selisih bunga pinjaman dengan bunga simpanan.

"Prime lending rate bukan untuk menurunkan cost of fund. Itu adalah untuk menurunkan spread," kata Darmin ketika ditemui usai salat Jumat di Bank Indonesia, Jumat(4/3).

Sementara untuk penurunan cost of fund yang dipengaruhi oleh inflasi, Darmin menyatakan BI dan pemerintah yang akan mengintervensi.

Saat ini, spread bunga di Indonesia jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di kawasan ASEAN. Sebagai perbandingan, NIM Malaysia dan Thailand berada di kisaran 3%, Philipina di kisaran 4,1%, dan Indonesia di kisaran 5,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×