kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Darmin: Prime lending rate untuk tekan spread


Sabtu, 05 Maret 2011 / 07:33 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di dekat layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (27/12) ditutup menguat 0,16 persen atau 9,87 poin ke level 6.329,31. ANTARA FOTO/Indri


Reporter: Bernadette Christina Munthe | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution menekankan, kebijakan prime lending rate ditujukan agar bank menekan spread bunga. Penurunan suku bunga kredit perbankan diharapkan dapat ditekan lewat penurunan selisih bunga pinjaman dengan bunga simpanan.

"Prime lending rate bukan untuk menurunkan cost of fund. Itu adalah untuk menurunkan spread," kata Darmin ketika ditemui usai salat Jumat di Bank Indonesia, Jumat(4/3).

Sementara untuk penurunan cost of fund yang dipengaruhi oleh inflasi, Darmin menyatakan BI dan pemerintah yang akan mengintervensi.

Saat ini, spread bunga di Indonesia jauh lebih tinggi daripada negara-negara lain di kawasan ASEAN. Sebagai perbandingan, NIM Malaysia dan Thailand berada di kisaran 3%, Philipina di kisaran 4,1%, dan Indonesia di kisaran 5,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×