kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Di tengah wabah corona, orang tajir makin rajin simpan dana di bank


Senin, 04 Mei 2020 / 15:36 WIB
ILUSTRASI. Costumer Service Bank Mandiri dengan mengenakan pakaian adat kebaya sedang melayani nasabah di salah satu kantor cabang di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (21/4). LPS mencatat, sepanjang kuartal I-2020, simpanan nasabah bernilai di atas Rp 5 mil


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prinsip cash is the king nampaknya dipegang teguh oleh para orang tajir di tanah air saat menghadapi pandemi Covid-19. 

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, sepanjang kuartal I-2020, simpanan nasabah bernilai di atas Rp 5 miliar tumbuh signifikan. Sementara nilai simpanan di bawah Rp 1 miliar justru tumbuh negatif.

Baca Juga: Aktivasi Mobile Panin bisa lewat ATM bank Panin, begini caranya

Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sejatinya cenderung moderat sepanjang tiga bulan pertama tahun ini sebesar 3,7% (ytd) dengan nilai Rp 6.304 triliun.

Meski demikian nilai simpanan nasabah tajir justru melonjak paling tinggi, bahkan hanya simpanan dengan nilai Rp 1 miliar hingga lebih dari Rp 5 miliar yang mencatat pertumbuhan.

Simpanan di atas Rp 5 miliar tumbuh paling signifikan sebesar 9,2% (ytd) dengan nilai Rp 3.065 triliun. Kemudian simpanan bernilai antara Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar tumbuh 1,2% (ytd) senilai Rp 428 miliar, Sedangkan nilai simpanan Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar tercatat stagnan senilai Rp 564 miliar.

Adapun nilai simpanan di bawah Rp 100 juta mencatat perlambatan paling tinggi, pertumbuhannya negatif 3,0% (ytd) dengan nilai Rp 857 triliun. Disusul nilai simpanan Rp 100 juta hingga Rp 200 juta yang pertumbuhannya negatif 1,6% (ytd).

Baca Juga: Transformasi dari Go Mobile, CIMB Niaga hadirkan aplikasi digital Octo Mobile

Kemudian nilai simpanan Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar tumbuh negatif 0,6% (ytd) senilai Rp 487 miliar. Dan terakhir nilai simpanan Rp 200 juta hingga Rp 500 juta tumbuh negatif 0,3% senilai Rp 556 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×