Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (BWS) melihat keberadaan perusahaan-perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia sebagai peluang strategis untuk memperkuat bisnis korporasi dan memperluas basis nasabah perseroan. Dukungan dari induk usaha, Woori Bank Korea, juga dinilai menjadi modal penting untuk memperkuat ekspansi tersebut.
Direktur BWS Moon Sungwon mengatakan, perseroan memiliki posisi yang cukup strategis untuk menjembatani kebutuhan layanan keuangan perusahaan Korea yang beroperasi di Indonesia.
“Dengan dukungan pemegang saham pengendali, kami memiliki pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan bisnis perusahaan Korea, baik dari sisi layanan transaksi, pembiayaan, treasury, trade finance, maupun kebutuhan perbankan karyawan,” ujar Moon saat public expose RUPST BWS di Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Menurut dia, BWS akan terus memperkuat perannya sebagai penghubung layanan keuangan antara ekosistem bisnis Korea dan pasar Indonesia. Perseroan melihat peluang tersebut sejalan dengan strategi memperkuat bisnis inti secara lebih sehat dan berkualitas.
Baca Juga: BWS Perkuat Transformasi Bisnis dengan Fokus Genjot Dana Murah dan Kredit Berkualitas
Moon menyebut, hingga Maret 2026 kredit yang disalurkan BWS tercatat sebesar Rp40,87 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 42,28% merupakan kredit korporasi. Sementara total aset perseroan mencapai Rp54,19 triliun.
“Dengan basis bisnis tersebut, BWS memiliki ruang untuk terus mengembangkan portofolio korporasi secara selektif, termasuk perusahaan-perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan Korea,” katanya.
Tak hanya membidik pembiayaan korporasi, BWS juga melihat peluang dari ekosistem karyawan dan rantai pasok perusahaan Korea di Indonesia. Perseroan menilai potensi tersebut dapat dimanfaatkan melalui pengembangan layanan digital banking, solusi transaksi, hingga produk pendanaan.
“Melalui pengembangan produk pendanaan, layanan digital banking, dan solusi transaksi, kami percaya BWS mampu memperluas basis nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan dana murah,” imbuh Moon.
Baca Juga: Kolaborasi Panjang BWS dalam Ekosistem Transaksi Perbankan
Di sisi lain, Moon mengatakan dukungan Woori Bank Korea menjadi fondasi penting dalam memperkuat bisnis BWS, baik dari sisi permodalan, likuiditas, tata kelola, maupun pengembangan bisnis.
Sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 90,75%, Woori Bank Korea disebut memiliki komitmen jangka panjang terhadap pengembangan BWS di Indonesia.
“Pada tahun lalu, Woori Bank Korea mendukung likuiditas BWS melalui suntikan dana sebesar US$ 500 juta,” ujar Moon.
Selain itu, pada 2023 BWS juga melakukan penambahan modal melalui PMHMETD IV yang menghasilkan tambahan modal sekitar Rp3,1 triliun. Langkah tersebut dinilai memperkuat kapasitas perseroan dalam menjalankan fungsi intermediasi dan mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Dari sisi fundamental, permodalan BWS juga masih tergolong kuat. Per akhir 2025, modal inti perseroan tercatat sebesar Rp9,53 triliun dengan ekuitas Rp10,61 triliun dan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 29,39%.
“Posisi tersebut memberikan ruang bagi kami untuk terus memperkuat bisnis secara sehat, selektif, dan prudent,” tutup Moon.
Baca Juga: Hadapi Ketidakpastian Global, BWS Perkuat Penyaluran Kredit dan Dana Murah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













