kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.970   57,00   0,32%
  • IDX 5.691   47,39   0,84%
  • KOMPAS100 735   7,50   1,03%
  • LQ45 558   5,00   0,90%
  • ISSI 198   1,20   0,61%
  • IDX30 316   2,19   0,70%
  • IDXHIDIV20 390   0,30   0,08%
  • IDX80 84   0,80   0,96%
  • IDXV30 106   -0,34   -0,32%
  • IDXQ30 102   0,32   0,31%

Ditopang perkebunan, kredit agribisnis BNI tumbuh 6,6% di 2018


Senin, 11 Februari 2019 / 19:02 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus berupaya meyalurkan kredit ke sektor agribisnis. Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menyebutkan sepanjang 2018 kredit BNI ke sektor ini tercatat sebesar Rp 48,5 triliun. Nilai ini tumbuh 6,6% secara tahunan dari tahun 2017.

Artinya kredit agribisnis bank dengan sandi saham BBNI memberikan kontribusi 9,45% dari total penyaluran kredit BNI sepanjang 2018 sebesar Rp 512,77 triliun. Herry mengatakan kredit agribisnis ini ditopang subsektor perkebunan, pertanian, tanaman pangan.

"Dari aspek kualitas, kredit sektor agribisnis juga menunjukkan perbaikan. Tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kredit agribisnis pada 2018 sebesar 0,3%. Nilai ini menurun dari NPL 2017 sebesar 0,8%," ujar Herry kepada Kontan.co.id pada Senin (11/2).

Pada tahun ini, bank berlogo 46 ini masih optimistis dengan kredit agribisnis. Namun Herry tidak merinci target pertumbuhan agribisnis sepanjang 2019. Herry memproyeksikan penyaluran kredit kepada sektor ini lebih tinggi dari realisasi 2018.

"Seiring dengan masih besarnya kebutuhan pasar serta dukungan pemerintah untuk perkembangan sektor pertanian. Kualitas kredit (NPL) diproyeksikan pada kisaran 0,2% hingga 0,3%," imbuh Herry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×