kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.979   66,00   0,37%
  • IDX 5.720   76,91   1,36%
  • KOMPAS100 740   12,02   1,65%
  • LQ45 561   7,45   1,35%
  • ISSI 199   2,41   1,23%
  • IDX30 318   3,56   1,13%
  • IDXHIDIV20 391   1,72   0,44%
  • IDX80 84   1,30   1,56%
  • IDXV30 107   -0,03   -0,03%
  • IDXQ30 102   0,71   0,69%

Andalkan sektor sawit, BCA tidak berniat salurkan kredit agribisnis ke debitur baru


Senin, 11 Februari 2019 / 18:22 WIB


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk belum berminat untuk menyalurkan kredit agribisnis bagi debitur baru. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja menyebut pihaknya selama ini lebih banyak menyalurkan kredit agribisnis yang berkaitan dengan produk minyak kelapa sawit atau CPO.

"Kita hanya di CPO yang besar dan itu masih bagus untuk pemain lama. Namun untuk pemain baru sudah berat kalau mau masuk sekarang. Tidak disarankan dan sulit dapat pinjaman dari bank," ujar Jahja kepada Kontan.co.id pada Senin (11/2).

Oleh sebab itu, Bank dengan sandi saham BBCA ini tidak menargetkan pertumbuhan kredit ke sektor agribisnis sepanjang 2019. Kendati demikian, Jahja menyebut, bila debitur agribisnis lama membutuhkan dukungan pembiyaan, maka pihaknya akan memberikan pinjaman. Namun,Jahja menegaskan tidak untuk pemain baru.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra menyebut pada 2018 lalu, sektor perkebunan dan pertanian merupakan salah satu sektor potensial yang berkontribusi besar bagi keseluruhan kredit BCA.

"Kontribusi sektor perkebunan dan pertanian sebesar 8,1% dari total kredit BCA per September 2018. Adapun oustanding kredit BCA ke sektor perkebunan dan pertanian mencapai Rp 30 triliun atau meningkat 13% year on year per September 2018," kata Hendra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×