kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.941   2,00   0,01%
  • IDX 6.308   9,43   0,15%
  • KOMPAS100 820   1,23   0,15%
  • LQ45 624   1,20   0,19%
  • ISSI 219   0,06   0,03%
  • IDX30 346   0,65   0,19%
  • IDXHIDIV20 431   1,29   0,30%
  • IDX80 94   0,15   0,16%
  • IDXV30 118   0,18   0,15%
  • IDXQ30 111   0,28   0,25%

Dividen Interim Kedua Naik 25%, Analis Soroti Ketahanan Likuiditas BBCA


Jumat, 25 September 2026 / 08:57 WIB
Dividen Interim Kedua Naik 25%, Analis Soroti Ketahanan Likuiditas BBCA
ILUSTRASI. (Shutterstock/ZCOOL HelloRF)


Reporter: Nur Cholis | Editor: Indah Sulistyorini

KONTAN.CO.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membagikan dividen interim termin kedua untuk buat para investor. Ini merupakan kelanjutan realisasi rencana perseroan membayarkan dividen interim sebanyak tiga kali termin pembayaran pada tahun buku 2026.

Termin kedua dividen interim BCA akan cair pada kuartal III tahun 2026, yang berdasarkan jadwal akan berlangsung pada 16 September 2026. Bank berkode emiten BBCA ini telah mengalokasikan Rp3,07 triliun untuk dibayarkan tunai pada para pemegang saham.

Pada termin kedua nanti, para investor akan menerima dividen Rp25 per saham. Jumlahnya meningkat 25% dibandingkan pembayaran dividen interim termin pertama pada Juni 2026 lalu sebesar Rp20 per saham.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengungkapkan nilai dividen interim yang dibagikan oleh BCA pada kuartal III tahun buku 2026 telah mempertimbangkan posisi permodalan yang solid, likuiditas yang memadai, pengembangan bisnis perseroan maupun entitas anak, hingga kualitas aset yang terjaga. Untuk rencana pembagian dividen interim selanjutnya, besaran dividen per lembar saham akan mempertimbangkan dan menyesuaikan dengan kondisi keuangan Perseroan.

“Nilai dividen interim yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya merupakan cerminan kinerja solid Perseroan pada semester I 2026. Terobosan ini diharapkan dapat menjadi hadiah bagi investor, bertepatan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Hendra Lembong.

Kebijakan BBCA membagikan dividen interim hingga tiga kali dalam satu tahun merupakan langkah yang relatif unik dan belum menjadi praktik umum di pasar modal Indonesia. Hal ini diungkapkan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta saat dihubungi pada Kamis (20/8).

Menurut Nafan, umumnya emiten membagikan dividen interim satu kali, kemudian diikuti dividen final setelah memperoleh persetujuan RUPS. “Karena itu, keputusan BCA untuk merealisasikan pembagian dividen interim secara berkala, dengan target tiga termin pada 2026, dapat dipandang sebagai sebuah inovasi dalam kebijakan shareholder return,” ujarnya.

Dalam pandangan Nafan, terobosan ini mencerminkan kepercayaan diri manajemen BBCA terhadap kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, kebutuhan permodalan, likuiditas, kualitas aset, dan remunerasi kepada pemegang saham. “Jadi, bukan sekadar membagikan kas lebih cepat, tetapi juga menunjukkan bahwa BBCA memiliki fleksibilitas finansial untuk memberikan return kepada investor secara lebih teratur,” tambah Nafan.

Dus, Nafan menilai kenaikan dividen interim termin kedua sebesar 25% menjadi Rp25 per saham merupakan sinyal positif terhadap soliditas fundamental BBCA. Pada semester I-2026, BCA membukukan laba bersih Rp29,5 triliun dengan kredit tumbuh 8% secara tahunan (yoy) menjadi Rp1.036 triliun dan CASA mencapai Rp1.082 triliun, tumbuh 10,2% yoy.

“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan nominal dividen didukung oleh pertumbuhan bisnis, kemampuan menghasilkan laba, serta kekuatan likuiditas dan permodalan,” jelas Nafan.

Nilai tambah bagi investor

Dari sisi investor, khususnya investor ritel yang berorientasi pada pendapatan (income-oriented investor), Nafan bilang pembagian dividen interim secara berkala jelas memberikan manfaat dari sisi pengelolaan cashflow. Dalam hal ini, investor tidak perlu menunggu satu kali pembayaran dividen besar setelah RUPS tahunan, melainkan memperoleh distribusi kas dalam beberapa periode sepanjang tahun.

“Dengan demikian, dividen dapat digunakan kembali untuk kebutuhan likuiditas pribadi ataupun untuk strategi reinvestment, termasuk membeli kembali saham BBCA atau menambah portofolio saham lainnya,” urainya.

Kebijakan ini, lanjut Nafan, berpotensi memperluas basis investor BBCA, khususnya investor yang sebelumnya lebih berorientasi pada saham growth tetapi kini juga mempertimbangkan konsistensi pendapatan dividen. Pembagian dividen interim tiga termin dalam setahun dapat menjadi salah satu faktor tambahan yang memperkuat daya tarik BBCA untuk dikoleksi, terutama bagi investor jangka menengah hingga panjang.

“BBCA tidak hanya menawarkan eksposur terhadap salah satu bank dengan fundamental kuat, tetapi juga memberikan potensi total return melalui kombinasi capital gain dan distribusi dividen yang lebih rutin. Pembayaran termin kedua sebesar Rp25 per saham pada 16 September 2026 semakin memperlihatkan realisasi komitmen tersebut,” katanya.

Meski demikian, Nafan mengingatkan keputusan investasi tetap harus mempertimbangkan valuasi saham, prospek pertumbuhan laba, tren suku bunga, kondisi industri perbankan, dan ekspektasi pasar.

“Dengan kata lain, dividen interim tiga kali setahun merupakan added value yang positif bagi BBCA, tetapi kekuatan utama daya tarik saham ini tetap berada pada kualitas fundamental, profitabilitas, likuiditas, dan konsistensi pertumbuhan bisnisnya,” pungkasnya.

 

Setali tiga uang, Nafan menilai fundamental BBCA juga didasari oleh ekosistem digital yang mumpuni dan terbukti mampu meningkatkan kenyamanan transaksi nasabah yang berguna juga sebagai bahan data perseroan dalam menelaah perilaku transaksi.

“Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas credit scoring, mempercepat proses persetujuan kredit, serta melakukan penawaran produk yang lebih tepat sasaran,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (7/8/2026).

Menurut Nafan, tingginya aktivitas transaksi melalui myBCA, BCA mobile, KlikBCA, dan berbagai kanal digital lainnya juga memperkuat loyalitas nasabah sekaligus meningkatkan peluang cross-selling produk pembiayaan, investasi, maupun wealth management.

Setelah pemberian dividen interim kedua, BBCA juga siap memberikan interim ketiga. Meski belum ada tanggal resmi, Hendra menegaskan BBCA berkomitmen memberi dividen sebagai tanda syukur dan ungkapan terima kasih kepada investor.

“Kami bersyukur dapat kembali menjalankan komitmen untuk membagikan dividen interim lebih dari satu kali pada tahun buku 2026,” tutur Lembong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×