kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Edukasi hingga Kemudahan Akses Jadi Kunci DPLK Perluas Kepesertaan


Jumat, 23 Oktober 2026 / 21:08 WIB
Edukasi hingga Kemudahan Akses Jadi Kunci DPLK Perluas Kepesertaan
ILUSTRASI. Dana Pensiun (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Edukasi hingga kemudahan akses mengenai pentingnya persiapan dana pensiun masih jadi jurus jitu untuk perluas kepesertaan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK).

Salah satu pendatang baru di industri dana pensiun adalah DPLK Batavia yang dikelola oleh PT Batavia Prosperindo Manajemen Aset atau DPLK BPAM menilai tantangan pengembangan industri dana pensiun tidak hanya terletak pada ketersediaan program saja. 

Namun, keterbatasan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan finansial setelah berhenti bekerja jadi salah satu problematika yang perlu diperhatikan.

Direktur Utama Batavia, Lilis Setiadi masyarakat perlu memahami kebutuhan biaya hidup saat memasuki masa pensiun, lalu membandingkannya dengan manfaat dana pensiun yang sudah dimiliki. Dengan begitu, mereka bisa memperkirakan kekurangan dana yang perlu disiapkan sejak usai produktif.

"Nah, sosialisasi dan edukasi itu menurut kami masih memiliki ruang yang sangat besar untuk diperbaiki. Jadi, kami melihat ada kontribusi yang bisa kami berikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengisi kekosongan tersebut," ujarnya dalam acara Media Gathering Batavia di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Di sisi lain, perusahaan juga melihat peluang perluasan peserta dengan menyasar pada pekerja informal dan gig workers. Menurut Lilis, kelompok ini membutuhkan jalur akses dan produk yang sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: OJK Perjelas Aturan Dana Pesangon, Peluang DPLK Garap DKPK Terbuka

Lebih lanjut, DPLK Batavia melihat peluang tersebut untuk memperluas pasar melalui pengembangan produk pensiun sekaligus menghadirkan jalur distribusi yang lebih beragam. Harapannya, pekerja dapat memperoleh akses terhadap program pensiun sukarela meskipun tidak bekerja di perusahaan yang menyediakan fasilitas pensiun.

Di sisi lain, bertambahnya pemain DPLK dari perusahaan manajer investasi juga berpotensi memperluas kepesertaan dan aset kelolaan industri.

Jika melihat data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah peserta program dana pensiun sukarela pada Agustus 2026 adalah sebanyak 5,43 juga orang, sedangkan nilai asetnya pada periode yang sama tercatat tumbuh 4,31% dengan nilai Rp 412,39 triliun.

Baca Juga: DPLK Batavia Bidik Dana Kelolaan di Bawah Rp 100 Miliar pada Tahun Pertama Beroperasi

Humas Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), Syarif Yunus mengatakan kehadiran pemain baru dapat memperluas jaringan distribusi dan menawarkan pendekatan investasi yang lebih beragam.

"Tentu iya, adanya pemain DPLK dari perusahaan manajer investasi berpotensi memperluas kepesertaan dan aset kelolaan DPLK," ujarnya kepada Kontan, Jumat (23/10/2026).

Namun, pertumbuhan kepesertaan tidak otomatis terjadi hanya karena bertambahnya jumlah penyelenggara DPLK. 

Menurutnya, penyelanggara DPLK perlu melakukan edukasi, memberikan kemudahan akses, dan perjelas regulasi untuk memperluas jaringan kepesertaan.

Di sisi lain, tiap perusahana juga harus memiliki daya saing yang kuat serta mampu membangun kepercayaan masyarakat kepada mereka.

Baca Juga: ADPI: SBN dan Deposito Jadi Instrumen Aman Investasi DPLK di Tengah Volatilitas Pasar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×