kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Fintech bisa mengail celah pasar yang besar


Selasa, 19 April 2016 / 18:15 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Potensi perkembangan pelaku industri penyedia jasa keuangan berbasis digital atau FinTech dinilai tinggi. Hal ini didorong oleh potensi pasar yang terbilang besar.

Menurut Chief Execituve Officer PT Mitrausaha Indonesia Group, Reynold Wijaya, kesenjangan antara andanya kebutuhan dan penawaran jasa keuangan masih cukup besar di Indonesia. Dengan kemampuan yang lebih leluasa, dengan akses teknologi yang lebih tinggi, celah ini bisa dimanfaatkan oleh pemain FinTech.

Perusahaan yang memiliki merek dagang Modalku ini juga melihat potensi serupa. Khususnya di segmen pembiayaan bagi UMKM. "Banyak UMKM yang belum bankable meski potensinya bagus. Kita tahu di perbankan aturannya kan lebih ketat," kata dia, Selasa (19/4).

Di negara berkembang seperti Indonesia, dia menilai, ada gap yang cukup besar dalam kontribusi UMKM bagi PDB dibanding di negara maju. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya akses dalam pendanaan sehingga pertumbuhan industri pun jadi terhambat.

Kesulitan dalam mengakses dana dari sumber konvensional ini, menurut dia banyak terjadi pada UMKM dengan omzet antara Rp 10 juta sampai Rp 100 juta saban bulan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×