kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Pemerintah Dorong Gentengisasi, KUR Perumahan Akan Difokuskan ke Program Ini?


Jumat, 13 Maret 2026 / 19:37 WIB
Pemerintah Dorong Gentengisasi, KUR Perumahan Akan Difokuskan ke Program Ini?
ILUSTRASI. Pembangunan perumahan di Depok (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah kembali mengusung inisiasi baru yang didorong secara nasional, yakni program gentengisasi. Dalam implementasinya, perbankan bakal mewujudkan dukungannya melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Perumahan.

Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai bank penyalur KUR terbesar pun sudah menunjukkan komitmennya untuk mendukung program gentengisasi ini. Direktur Utama BRI Herry Gunardi menyebut, bank bakal ambil bagian dalam memfasilitasi pembiayaan antara pengusaha genteng dan pengembang perumahan.

Toh, bahan bangunan seperti genteng memang termasuk dalam cakupan KUR Perumahan yang telah dimiliki BRI selama ini. Sebagai bank yang fokus pada pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Herry memastikan pihaknya siap menyediakan dukungan pembiayaan guna memperkuat sektor tersebut.

Baca Juga: AAJI Catat Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Turun 1,8% pada 2025

Ia menjelaskan, nantinya skema pembiayaan dilakukan setelah terdapat kontrak kerja sama antara pengusaha genteng dengan pengembang atau pengguna akhir. Pada gilirannya, Herry meyakini KUR Perumahan tak cuma berkontribusi pada peningkatan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian. 

Yang mana, dampaknya mencakup peningkatan aktivitas produksi UMKM bahan bangunan, penguatan rantai pasok industri perumahan, hingga pembukaan lapangan kerja di berbagai daerah.

“Dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM lokal sekaligus memperkuat industri dalam negeri, khususnya industri genteng,” ujar Herry, awal bulan ini.

Pada 2026 ini, BRI sudah menyalurkan KUR Perumahan sebanyak Rp 2,3 triliun hingga akhir bulan Februari. Realisasi tersebut setara dengan 28,75% dari target penyaluran KUR Perumahan BRI sepanjang 2026 yang dipatok sebesar Rp 8 triliun. 

Di luar dukungannya terhadap program gentengisasi, Senior Executive Ultra Mikro BRI Muhammad Candra Utama memastikan penyaluran KUR Perumahan bank bakal sesuai kebutuhan dan mencakup seluruh sisi kebutuhan perumahan nasional. 

Dalam artian, dukungan terhadap proyek gentengisasi ini tak serta-merta membuat fokus KUR Perumahan terarah utamanya pada proyek renovasi genteng. 

Baca Juga: Kelompok Bank KBMI 4 Kuasai 51% Aset Perbankan, Bank Kecil Harus Siap Bersaing

“Sejauh ini alokasinya mix antara renovasi dan pembangunan rumah baru. Sesuai kebutuhan, karena masing-masing produk itu pasti ada pasarnya masing-masing,” ujar Candra saat ditemui Kontan belum lama ini. 

Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai bank dengan fokus bisnis utama di sektor properti tak turut menyambut program ini. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyebut, pada dasarnya kelayakan genteng memang salah satu indikator hunian layak huni. 

Tahun ini, BTN mendapat kuota KUR Perumahan sebesar Rp 10 triliun. Nixon bilang alokasinya ditargetkan 60% untuk sisi supply, dalam hal ini untuk pengembang dan kontraktor, dan 40% di sisi demand, yakni untuk kredit pemilikan rumah (KPR). 

Di luar itu, Nixon bilang pada dasarnya solusi untuk gentengisasi tak cuman dari sisi kredit. “Bisa juga dari stimulus BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), KPR Mikro, macam-macam solusinya,” jelas Nixon. 

Menurut Ekonom Senior & Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto, pada dasarnya program gentengisasi ini menjadi kesempatan bisnis baru bagi bank penyalur KUR Perumahan. Namun memang, alokasinya bakal tergantung pada fokus bisnis masing-masing bank. 

Pada dasarnya, KUR Perumahan menyasar sisi penyediaan, yakni kontraktor dan pengembang rumah, serta sisi permintaan, yakni bagi UMKM berupa individu atau badan usaha untuk keperluan membeli atau merenovasi rumah. 

Nah, Ryan menjelaskan, bank yang fokus pada pembiayaan UMKM seperti BRI bakal tetap fokus pada pembiayaan untuk UMKM pengembang, sementara bank yang fokus pada pembiayaan konsumer seperti BTN bakal lebih fokus pada pembiayaan rumah. 

“Tiap bank kan dapat kuota, itu nanti akan dibagi-bagi, bisa ke gentengisasi atau ke KPR. Pasti beda-beda (pada tiap bank),” jelas Ryan. 

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Andika Mitra Sejati Insurance Broker

Di luar itu, Ryan bilang pada gilirannya proyek gentengisasi bakal memberikan multiplier effect di masyarakat. Dorongan terhadap usaha genteng, kata Ryan, bisa mendorong perluasan tenaga kerja dan memperkuat daya beli masyarakat. Dus, kemampuan masyarakat untuk membeli rumah layak huni bakal meningkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×