kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Kelompok Bank KBMI 4 Kuasai 51% Aset Perbankan, Bank Kecil Harus Siap Bersaing


Jumat, 13 Maret 2026 / 18:48 WIB
Kelompok Bank KBMI 4 Kuasai 51% Aset Perbankan, Bank Kecil Harus Siap Bersaing
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi menggunakan mesin ATM (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Persaingan di industri perbankan semakin ketat dan memperlihatkan ketimpangan antara bank berkapitalisasi besar dengan bank lain di bawahnya. Berdasar data OJK di Desember 2025, sebanyak 51,3% aset perbankan nasional dimiliki oleh bank dalam kelompok KBMI 4.

Kelompok bank KBMI 4 menguasai sebesar Rp 7.010,90 triliun dari total keseluruhan aset yang ada di perbankan nasional sebanyak Rp 13.646,41 triliun. Dengan demikian, KBMI 4 menguasai lebih dari setengah aset perbankan nasional.

Adapun bank yang termasuk ke dalam kelompok KBMI 4 terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Baca Juga: Ubah Nama, OJK Beri Izin Usaha PT Andika Mitra Sejati Insurance Broker

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menyebut kondisi ini mencerminkan adanya kecenderungan dari industri perbankan terhadap bank dalam KBMI 4, baik dari sisi simpanan maupun penyaluran kredit.

“Dampak dari ketimpangan ini adalah bank besar memiliki keunggulan dari sisi teknologi, layanan, keamanan, dan kepercayaan masyarakat dibanding bank yang levelnya berada di bawahnya,” kata Trioksa kepada Kontan, Jumat (13/3/2026).

Trioksa menilai layanan yang diberikan oleh bank besar kepada nasabahnya relatif lebih lengkap. Bank besar juga memiliki likuiditas yang memadai sehingga bunga kredit biasanya lebih kecil.

Adapun Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut bank yang berada di bawah KBMI 4 untuk tidak terlalu khawatir. Pasalnya, rasio perbandingan DPK terhadap PDB di Indonesia masih relatif kecil bila dibandingkan negara-negara tetangga.

“Patut dicermati juga kalau kita lihat dari penetrasi bisnis perbankan di Indonesia itu potensinya masih sangat besar,” kata Myrdal saat dihubungi, Jumat (13/3).

Dengan demikian, Myrdal menyebut potensi perkembangan industri perbankan Indonesia masih sangat terbuka lebar.

Myrdal juga menyoroti empat bank besar dalam KBMI 4 yang semakin menunjukkan transformasi secara homogen. Perbedaan spesialisasi di antara bank besar sudah mulai tidak terlihat karena keperluan ekspansi bisnis bank tersebut.

Baca Juga: BBCA Bagi Dividen Rp 41,3 Triliun, Setujui Buyback Rp 5 T, Ini Rekomendasi Sahamnya

“Ada kemungkinan juga di sisi spesialisasi bisnis dari bank tersebut sudah mulai jenuh. Jadi itu wajar saja,” kata Myrdal.

Oleh karenanya, bank yang lebih kecil dapat memanfaatkan celah itu dengan mengkhususkan segmentasinya.

Misalnya, PT Bank Aladin Syariah Tbk (Bank Aladin) yang menargetkan pasar nasabah tertentu melalui program-program yang dihadirkannya.

Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi menyebut Bank Aladin memiliki tren pertumbuhan aset yang positif di sepanjang tahun 2025.

Pertumbuhan itu juga terus terjaga di kuartal-1 2026 dengan adanya dukungan dari program-program khusus Bank Aladin di sepanjang Ramadan, seperti kerja sama dalam program santunan, mudik gratis, dan lainnya dalam ranah sosial.

“Di 2026 ini kan kami langsung masuk Ramadan, banyak program kita yang berhubungan dengan sosial finance itu mendapat respons positif, sehingga juga mendorong pertumbuhan aset,” kata Koko saat dihubungi, Jumat (13/3).

Di sisi lain, Direktur Kepatuhan OK Bank Efdinal Alamsyah mengatakan untuk bisa bersaing di industri perbankan, OK Bank senantiasa menggunakan pendekatan yang prudent dalam mengekspansi kredit dan mengelola risiko.

“OK Bank fokus melakukan penguatan basis nasabah, pengembangan layanan, serta peningkatan efisiensi operasional,” kata Efdinal kepada Kontan, Jumat (13/3/2026). Untuk diketahui, saat ini Bank Aladin dan OK Bank berada di dalam kelompok bank KBMI 1.

Baca Juga: Gerak Cepat, LPS Bayarkan Rp14,19 Miliar Dana Nasabah BPR Koperindo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×