Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertahankan peringkat nasional jangka panjang AAA(idn) dengan prospek atau outlook stabil dari Fitch Ratings Indonesia.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada Senin (12/10), Fitch juga mempertahankan peringkat nasional jangka pendek BTN pada F1+(idn).
Pemeringkatan tersebut berlaku untuk periode 5 Oktober 2026 hingga 5 Oktober 2027, berdasarkan surat Fitch Ratings Indonesia tertanggal 5 Oktober 2026.
Selain peringkat perusahaan, Fitch mempertahankan peringkat nasional jangka panjang AAA(idn) untuk Obligasi Berkelanjutan III Bank BTN Tahap I dan Obligasi Berkelanjutan IV Bank BTN Tahap II.
Dalam suratnya, Fitch menjelaskan bahwa peringkat nasional AAA merupakan peringkat tertinggi dalam skala nasional untuk negara yang bersangkutan.
Baca Juga: Penjualan Aset BTN Tumbuh, Recovery dari Lelang Naik 92%
Peringkat tersebut diberikan kepada emiten atau obligasi dengan ekspektasi risiko gagal bayar paling rendah dibandingkan emiten atau obligasi lainnya di negara yang sama.
Sementara itu, peringkat nasional jangka pendek F1 menunjukkan kapasitas terkuat untuk memenuhi komitmen keuangan tepat waktu dibandingkan emiten atau obligasi lain di negara yang sama. Tanda plus (+) menunjukkan profil likuiditas yang kuat.
Corporate Secretary BTN Ramon Armando menyampaikan, laporan hasil pemeringkatan tahunan tersebut kepada OJK melalui surat nomor 2148/CSD/CMPO/X/2026 tertanggal 12 Oktober 2026.
Sebelumnya, BTN telah menyampaikan laporan pemeringkatan tahunan untuk periode 17 Oktober 2025 hingga 17 Oktober 2026 melalui surat perseroan tertanggal 20 Oktober 2025.
Baca Juga: Obligasi Sosial BTN Senilai Rp 2 Triliun Resmi Dicatatkan di BEI
Fitch menyatakan pemeringkatan dilakukan berdasarkan kriteria dan metodologi yang ditetapkan serta dievaluasi secara berkala.
Lembaga pemeringkat tersebut juga memantau peringkat secara berkelanjutan dan memperbarui surat pemeringkatan setidaknya sekali dalam setahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














