Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus menggenjot penjualan aset hingga akhir 2026. Hingga Agustus 2026, pemulihan aset BTN melalui lelang mencatat pertumbuhan signifikan baik dari sisi nilai maupun jumlah unit.
SEVP Asset Management BTN Benjamin Sihombing mengatakan, nilai pemulihan aset melalui lelang hingga Agustus 2026 tumbuh 92% secara tahunan (yoy). Sementara dari sisi volume penjualan, jumlah unit yang terjual meningkat 170% yoy.
“Pertumbuhan tersebut didukung oleh sejumlah faktor. Di samping pengembangan pemasaran secara digital, pertumbuhan ini juga didorong oleh kolaborasi dengan agen properti, stakeholder sektor perumahan, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN),” ujar Benjamin kepada Kontan.co.id, Rabu (7/10/2026).
Baca Juga: Tumbuh 19,04%, Laba Bersih Multifinance Mencapai Rp 17,38 Triliun per Agustus 2026
Menurut dia, perkembangan penjualan aset BTN hingga menjelang akhir tahun masih menunjukkan tren positif dan sejalan dengan rencana perseroan.
Pertumbuhan tersebut ditopang penguatan pemasaran melalui kanal digital, meningkatnya minat masyarakat dan investor terhadap aset properti BTN, serta dukungan DJKN dalam pelaksanaan lelang.
Digitalisasi pemasaran juga dinilai memperluas jangkauan calon pembeli. Masyarakat kini dapat memperoleh informasi mengenai aset yang ditawarkan dengan lebih mudah, cepat dan transparan.
Benjamin mengatakan, sepanjang 2026 terdapat sekitar 10.000 unit aset yang masuk dalam program penjualan BTN hingga akhir tahun.
Salah satu fokus utama perseroan adalah penjualan melalui Lelang Hak Tanggungan. BTN menargetkan tingkat keberhasilan lelang atau success rate sebesar 35%. Hingga saat ini, pencapaiannya telah berada di kisaran 28%.
Baca Juga: Bank BSN Siap Guyur Pembiayaan KUR Usai Teken Kerja Sama dengan Kementerian UMKM
Untuk mengejar target tersebut, BTN memperluas akses pemasaran digital. Informasi aset tersedia melalui Bale by BTN, laman Bale Lelang, media sosial, serta portal properti seperti Rumah123 dan Pinhome.
BTN juga memperkuat kolaborasi dengan DJKN dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk mendukung proses penjualan aset.
Selain itu, perseroan menjalankan pemasaran secara lebih proaktif dan edukatif melalui kerja sama dengan agen properti, edukasi bersama DJKN dan KPKNL, serta penawaran aset secara langsung kepada nasabah maupun masyarakat melalui kanal konvensional dan digital.
Benjamin menjelaskan, Lelang Hak Tanggungan menjadi salah satu kanal utama karena menawarkan proses yang transparan, mudah dan akuntabel.
Bagi masyarakat dan investor, mekanisme lelang memberikan sejumlah keunggulan, mulai dari kepastian hukum, harga aset yang kompetitif hingga transparansi dalam proses penawaran harga.
Karakteristik tersebut dinilai penting untuk membangun rasa aman dan kepercayaan calon pembeli saat mempertimbangkan aset properti.
Bagi BTN, optimalisasi lelang juga menjadi instrumen penting untuk mempercepat asset recovery. Selain itu, mekanisme tersebut menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai konsekuensi bagi debitur yang tidak memenuhi kewajibannya secara tertib dan lancar.
Pertumbuhan penjualan aset BTN juga ditopang kemudahan pembiayaan bagi pembeli aset lelang melalui KPR Maju.
Baca Juga: Jamkrindo Syariah Gandeng Privy Percepat Digitalisasi Penjaminan
Skema tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk membeli aset melalui fasilitas pembiayaan dengan suku bunga kompetitif, jangka waktu kredit yang optimal, uang muka ringan, serta proses pengajuan yang mudah.
Benjamin menilai, kombinasi digitalisasi pemasaran, kolaborasi dengan berbagai pihak dan dukungan pembiayaan tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pemulihan aset BTN hingga akhir 2026.
Seperti diketahui, BTN memang masih punya warisan kredit macet di segmen konstruksi. Per Juni 2026, portofolio kredit segmen ini tercatat sebesar Rp 16,02 triliun, tapi rasio kredit macet di segmen ini tercatat sebesar 19,4%. Artinya ada sekitar Rp 3,11 triliun lagi yang bermasalah.
Hanya saja, rasio NPL gross btn secara keseluruhan ada di level 3% pada Juni 2026 turun dari periode sama tahun sebelumnya di 3,3%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














