kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.199   36,00   0,21%
  • IDX 7.543   -16,63   -0,22%
  • KOMPAS100 1.035   -4,12   -0,40%
  • LQ45 739   -4,23   -0,57%
  • ISSI 273   -0,20   -0,07%
  • IDX30 402   1,82   0,45%
  • IDXHIDIV20 492   4,92   1,01%
  • IDX80 116   -0,55   -0,47%
  • IDXV30 141   1,70   1,23%
  • IDXQ30 129   0,79   0,62%

Fitch Tak Ubah Rating BBB dan Outlook Negatif untuk BCA, Begini Penjelasannya


Rabu, 22 April 2026 / 10:08 WIB
Fitch Tak Ubah Rating BBB dan Outlook Negatif untuk BCA, Begini Penjelasannya
ILUSTRASI. Menara BCA (Dok/BCA)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit PT Bank Central Asia (BCA) pada level investment grade.

Dalam laporannya, Selasa (21/4/2026), Fitch menegaskan Long-Term Issuer Default Rating (IDR) BCA di level BBB dengan outlook negatif. Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga mempertahankan National Long-Term Rating BCA di level AAA(idn) dengan outlook stabil.

Fitch menyebut rating jangka panjang BCA ditopang oleh Viability Rating (VR) di level bbb, yang mencerminkan kekuatan fundamental bank secara standalone. Menurut Fitch, BCA memiliki franchise domestik yang sangat kuat, ditopang basis dana murah yang besar dan terdiversifikasi sehingga memberi akses pendanaan berbiaya rendah dan menjaga margin bunga bersih tetap solid.

Keunggulan tersebut, ditambah modal yang kuat, dinilai membuat kinerja keuangan BCA secara konsisten lebih baik dibanding pesaing di berbagai siklus ekonomi.

Baca Juga: Fitch Tahan Rating BBB dan Outlook Negatif untuk BRI

Fitch juga menilai lingkungan operasional perbankan Indonesia masih cukup kondusif. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5,1% pada 2026 dan 5% pada 2027, yang dinilai akan menopang pertumbuhan sektor perbankan.

Namun, outlook sovereign Indonesia direvisi menjadi negatif pada Maret 2026 karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan fiskal dan tekanan terhadap ketahanan eksternal. Konflik Iran yang berkepanjangan juga disebut berpotensi menjadi risiko tambahan jika mendorong kenaikan harga energi global.

Dari sisi bisnis, Fitch menilai BCA memiliki franchise transaction banking terdepan sebagai bank swasta terbesar di Indonesia dan bank terbesar ketiga secara keseluruhan, dengan pangsa aset sekitar 12% per akhir 2025. Posisi dominan ini disebut menopang pendanaan kuat dan kontribusi pendapatan berbasis komisi yang tinggi.

Untuk profil risiko, Fitch menyoroti standar underwriting BCA yang konservatif dan konsisten. Strategi pertumbuhan kredit BCA juga dinilai lebih hati-hati dibanding pesaing, sehingga risiko neraca relatif lebih rendah.

Kualitas aset BCA pun dinilai tetap solid. Rasio kredit bermasalah (NPL) membaik menjadi 1,7% pada akhir 2025 dari 1,8% setahun sebelumnya. Sementara total loan at risk turun menjadi 4,8% dari 5,3%, termasuk yang terendah di antara bank domestik berperingkat Fitch.

Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating BNI di BBB, Outlook Negatif Sejalan dengan RI

Fitch menilai biaya kredit BCA bakal tetap rendah dalam dua tahun ke depan, ditopang pencadangan yang setara 184% dari total NPL pada akhir 2025.

Dari sisi profitabilitas, rasio operating profit terhadap risk-weighted assets naik tipis menjadi 7,6% pada 2025 dari 7,5% pada 2024. Meski diperkirakan sudah mendekati puncak, margin bunga bersih BCA dinilai tetap tangguh berkat dominasi dana murah dan struktur aset yang menguntungkan.

Permodalan BCA juga menjadi salah satu kekuatan utama. Rasio common equity tier 1 (CET1) naik menjadi 29,2% pada akhir 2025 dari 28,1% setahun sebelumnya. Fitch menyebut level ini sebagai salah satu yang tertinggi di antara bank besar kawasan Asia.

Untuk pendanaan, proporsi current account saving account (CASA) BCA mencapai 84,6% dari total simpanan, tertinggi di antara bank Indonesia yang diperingkat Fitch. Likuiditas juga sangat kuat dengan liquidity coverage ratio sebesar 311% dan net stable funding ratio 159%.

Fitch turut mempertahankan Government Support Rating (GSR) BCA di level bbb-, satu tingkat di bawah sovereign Indonesia. Hal ini mencerminkan pandangan bahwa pemerintah memiliki kecenderungan tinggi memberi dukungan jika dibutuhkan, mengingat pentingnya posisi sistemik BCA dalam sistem pembayaran nasional.

Ke depan, Fitch menyebut rating BCA berpotensi direvisi menjadi stabil apabila outlook sovereign Indonesia kembali stabil. Sebaliknya, penurunan rating sovereign dapat menekan rating BCA.

Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating Bank Mandiri (BMRI) di BBB, Outlook Negatif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...

Tag


TERBARU

[X]
×